@Bidan Seruni @Seruni Affiliator @rizalroger @Seruni Skincare Store @Seruni.official2 #fyp #seruniskincare
Sering kali dalam kehidupan sosial, kita dihadapkan pada situasi di mana memilih untuk "pura-pura tidak melihat" menjadi cara untuk menjaga perasaan orang lain atau menciptakan suasana yang lebih harmonis. Pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa sikap ini kadang diperlukan untuk menghindari konflik yang tidak perlu dan menjaga kedamaian. Misalnya, saat melihat teman atau rekan kerja yang melakukan kesalahan kecil, memilih untuk tidak terlalu menegur secara langsung bisa membuat hubungan tetap hangat dan mendukung proses belajar secara bertahap. Selain itu, dalam konteks keluarga, pura-pura tidak melihat juga bisa berarti memberi ruang dan waktu bagi anggota keluarga yang sedang menghadapi masalah agar mereka merasa tidak dikritik atau dihakimi. Namun, penting untuk membedakan kapan sikap ini digunakan dengan bijak dan kapan justru bisa menjadi pengabaian yang merugikan. Sikap pura-pura tidak melihat sebaiknya tidak digunakan untuk menutupi masalah serius yang membutuhkan perhatian atau penyelesaian. Komunikasi yang terbuka tetap diperlukan agar hubungan yang sehat bisa terjaga. Dari pengalaman saya, kunci utama dalam menerapkan sikap ini adalah empati dan kepekaan terhadap situasi. Dengan memahami kapan harus memberikan perhatian penuh dan kapan saatnya memberi ruang, kita bisa membuat orang lain merasa dihargai sekaligus menjaga suasana hati kita sendiri. Jadi, sikap pura-pura tidak melihat bukan semata-mata tentang mengabaikan, melainkan sebuah cara halus untuk mengekspresikan penghargaan dan kasih sayang kepada sekitar kita, terutama saat mereka sedang tidak dalam kondisi terbaik mereka.


























