... Baca selengkapnyaYang paling aku suka dari resep baguette tanpa ulen ini adalah prosesnya super santai, tapi hasilnya mirip banget roti bakery. Kuncinya ada di cara ngolah tepung, ragi, air hangat, dan garam, plus sabar nunggu adonan roti mengembang dua kali lipat.
Pertama soal tepung & ragi. Biasanya aku pakai tepung terigu protein tinggi supaya serat rotinya lebih kokoh dan bagian luar (crust) bisa garing. Untuk ragi, aku pakai ragi instan yang langsung dicampur ke bahan kering (tepung, ragi, garam) seperti di foto "Bahan-bahan kering untuk membuat baguette". Pastikan raginya masih aktif: kalau ragu, bisa tes dulu dengan sedikit air hangat dan gula, lihat apakah berbusa.
Soal air hangat, jangan terlalu panas ya, cukup hangat kuku (sekitar 35–40°C). Kalau terlalu panas, ragi bisa mati dan adonan roti nggak akan mengembang dua kali lipat. Aku biasanya pakai gelas ukur biar takaran air pas dan gampang diingat kalau mau recook.
Karena ini roti baguette tanpa ulen, tekstur adonan memang agak lengket di awal. Nggak perlu dipaksa halus dengan diulenin lama. Cukup aduk rata sampai semua bahan menyatu (seperti di foto "Adonan roti baguette yang sudah tercampur rata"), lalu diamkan di wadah tertutup. Di tahap ini, tugas kita cuma sabar menunggu. Adonan nanti akan mengembang dua kali lipat, dan itu tanda raginya bekerja dengan baik. Di foto ada tulisan "MISSION COMPLETED", nah kurang lebih seperti itu tampilan adonan yang berhasil.
Setelah mengembang, baru adonan dibentuk memanjang ala roti baguette. Di permukaannya biasanya aku kasih sayatan tipis pakai pisau tajam, supaya saat dipanggang roti bisa mekar cantik. Di loyang aku alasi kertas roti dulu, jadi bagian bawahnya nggak lengket dan matang merata.
Kalau kamu selama ini sering beli roti baguette atau roti tawar tanpa kulit di bakery, resep ini lumayan membantu buat hemat. Harga roti baguette di bakery atau brand besar kadang lumayan bikin mikir kalau sering beli. Dengan 1 resep ini, kita bisa dapet beberapa batang roti yang bisa diiris-iris buat sandwich, garlic bread, atau crostini.
Selain dimakan utuh, roti baguette ini enak juga diolah lagi. Misalnya: di-slice tipis lalu dipanggang lagi dengan butter dan bawang putih untuk garlic bread, dijadikan bruschetta dengan topping tomat dan keju, atau bahkan dijadikan crouton untuk salad. Kalau nggak suka pinggiran keras seperti baguette, kamu bisa potong kulitnya tipis-tipis dan jadikan pengganti roti tawar tanpa kulit di resep lain.
Buat yang baru pertama kali baking, resep ini cocok banget karena nggak ribet dan nggak butuh mixer. Selama kamu paham tanda-tanda adonan mengembang dua kali lipat dan pakai perbandingan tepung–ragi yang pas, hasilnya insyaallah sukses. Cobain versi kamu sendiri, isi dengan topping favorit (ayam, sayur, atau selai manis), dan bandingin sendiri sama roti baguette beli di luar.
𝑘𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑘ℎ