Tes hasil belajar sepulang dari les Inggris
Sayang sekali kalau anak yang mungkin berpotensi pintar tapi kita tidak memberi kesempatan untuknya belajar dalam ruang
lingkup yang seharusnya hanya karena ada gangguan autisme
Waktu pertama kali dengar kata "autis" di sekolah, rasanya agak nggak enak karena sering dipakai buat bercandaan. Padahal kalau kita cek arti autis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), autis itu merujuk pada orang yang memiliki gangguan perkembangan yang membuatnya kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi. Jadi sebenarnya ini istilah medis/psikologis, bukan kata ejekan. Dari pengalaman aku sebagai penyandang autisme yang ikut les di Harford Institute, aku pelan-pelan belajar menerima label itu sebagai bagian dari diriku, bukan sebagai hinaan. Di kelas bahasa Inggris, aku juga mulai kenal beberapa adjective (kata sifat) dalam bahasa Inggris yang sering dipakai saat ngobrol soal autisme. Misalnya: • autistic: dipakai untuk menyebut seseorang yang berada dalam spektrum autisme, misalnya "an autistic child". • introverted: cenderung pendiam dan lebih nyaman sendiri. Nggak semua autistic itu introverted, tapi aku pribadi lumayan introverted. • sensitive: lebih peka terhadap suara, cahaya, atau sentuhan. Aku gampang capek kalau kelas terlalu ramai. • talented atau gifted: banyak juga autistic yang punya bakat khusus, misalnya di musik, angka, atau bahasa. Di les Inggris, guru aku nggak cuma ngajarin grammar, tapi juga bantu aku pakai adjective yang tepat buat ceritain diri sendiri. Contohnya, waktu perkenalan aku bilang, "Hi! My name is Bryan. I am autistic, but I am also hardworking and curious." Dua adjective terakhir itu ngajarin aku kalau autisme bukan satu-satunya kata yang mendeskripsikan aku. Kalau kamu lagi cari arti autis menurut KBBI, menurut aku penting juga untuk melihat bagaimana kata itu dipakai di kehidupan sehari-hari. Di kamus mungkin dijelaskan secara cukup kaku, tapi di dunia nyata, banyak autistic yang pengin dipandang sebagai "autistic person" yang juga: • creative (kreatif) • focused (fokus kalau tertarik) • honest (jujur) Di kelas English for Kids atau Teenagers, kadang aku latihan bikin kalimat pakai adjective yang berhubungan sama karakter dan kondisi. Misalnya: • "He is autistic and very creative." • "She is sensitive to loud sounds." • "I feel anxious in a crowded class, but my teacher is very patient." Pengalaman pulang dari les Inggris dan dites hasil belajar bikin aku sadar kalau kesempatan belajar itu penting banget, apalagi buat anak dengan autisme. Kalau cuma terpaku pada definisi kamus, kita bisa lupa kalau di balik kata "autis" ada pribadi yang unik dan bisa berkembang. Menurut aku, orang tua dan guru bisa mulai dengan: 1. Cari tahu arti autis di KBBI untuk paham dasar istilahnya. 2. Pelajari juga adjective Inggris yang sering dipakai dalam konteks autisme, supaya bisa jelasin kondisi anak ke guru atau teman asing. 3. Dukung anak ikut lembaga bahasa seperti "Lembaga Bahasa Inggris Amerika" atau tempat lain yang mau menerima anak berkebutuhan khusus. Dengan begitu, label "autis" bukan lagi jadi batasan, tapi justru titik awal buat cerita perjalanan belajar, termasuk belajar bahasa Inggris dan adjective yang membantu kita mengenal diri sendiri lebih dalam.