hi-hii lemonade 👋🏻 saat saya mencari formula untuk belajar story telling di aplikasi lemon, saya tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. karna itu saya teringat dengan question rendom yang saya temukan disosmed.yang berbunyi: jika anda tidak mendapatkan buku yang anda inginkan, maka tulislah buku itu sendiri. inilah motivasi saya untuk memposting hasil formula story telling yang saya dapatkan, saya harap saya bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin belajar skil story telling.✨
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nemu rumus storytelling "dahulu kala – every day – one day – karena itu – sampai akhirnya", jujur aku ngerasa, oh ternyata bikin cerita nggak sesulit itu. Yang penting kita paham alurnya dulu. Di sini aku share versi lengkap dan praktisnya, biar kamu bisa langsung pakai buat bikin cerita sendiri.
1. Dahulu kala… (pengenalan)
Bagian ini intinya ngenalin tokoh, latar, dan masalah kecil. Nggak perlu ribet, cukup jawab: siapa, di mana, dan kebiasaan umum mereka. Misalnya:
"Dahulu kala, ada seorang murid SMA yang dikenal rajin di sekolah, tapi diam-diam dia sering ngerasa bosan sama pelajaran."
2. Every day… (kebiasaan sehari-hari)
Ini menjelaskan rutinitas tokoh sebelum konflik besar muncul. Di sinilah kita bikin pembaca kenal dan peduli sama tokoh.
"Setiap hari, dia selalu datang pagi, duduk di bangku depan, tapi pikirannya sering melayang. Kadang dia memilih bolos satu jam pelajaran buat nongkrong di warung dekat sekolah."
Kalau kamu mau bikin versi kamu sendiri, tinggal ganti: murid → karyawan, ibu rumah tangga, konten kreator, dan lain-lain.
3. One day… (awal konflik)
Bagian ini adalah titik balik: sesuatu terjadi yang mengubah hidup si tokoh.
"Suatu hari, guru piket curiga karena dia sering menghilang di jam yang sama. Pas dicek ke warung, ternyata dia lagi asyik nongkrong sama temannya."
Kamu bisa pakai format sama untuk berbagai contoh storytelling: kerajinan tangan, bisnis, kisah cinta, dan sebagainya.
4. Karena itu… (akibatnya)
Di sini kita mulai masuk ke konsekuensi dari konflik tadi.
"Karena itu, dia dipanggil ke ruang BK. Orang tuanya juga diberi tahu, dan namanya mulai dibicarakan guru-guru. Dia merasa malu dan menyesal, tapi juga bingung harus bagaimana."
Di tahap ini, kamu bisa tambahkan emosi tokoh: marah, sedih, kecewa, atau takut. Emosi bikin cerita terasa lebih hidup.
5. Sampai akhirnya… (penyelesaian)
Ini bagian penutup di mana tokoh mengambil keputusan dan mengalami perubahan.
"Sampai akhirnya, setelah diskors beberapa hari, dia memutuskan untuk berubah. Dia mulai serius belajar, tapi tetap jujur sama dirinya: kalau capek, dia istirahat, bukan kabur. Dari situ, nilainya pelan-pelan naik dan guru BK justru jadi orang yang paling dia percaya."
Cara pakai rumus storytelling ini:
- Buat kerangka dulu dengan 5 poin tadi.
- Tulis 1–3 kalimat untuk tiap poin.
- Baru tambahkan detail (dialog, perasaan, suasana).
Contoh sederhana lain:
- Dahulu kala: kamu karyawan yang sering lembur.
- Every day: kerja–pulang–capek–scroll sosmed.
- One day: kamu kena tegur atasan karena performa turun.
- Karena itu: kamu mulai evaluasi hidup dan cari cara kerja lebih efektif.
- Sampai akhirnya: kamu nemu ritme kerja yang sehat dan produktif.
Pelan-pelan aja, nggak perlu langsung sempurna. Semakin sering latihan pakai rumus storytelling ini, semakin gampang kamu bikin contoh storytelling untuk apa pun: caption, konten, atau bahkan cerpen yang lebih panjang.
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩