kuning kuninggg
Mengalami perjalanan penerimaan diri memang tidak mudah, terutama ketika masyarakat sering memberikan tekanan tentang penampilan ideal. Dari pengalaman saya sendiri, mencintai tubuh saya apa adanya menjadi langkah penting untuk kesehatan mental dan fisik. Saya ingat beberapa kata yang sering saya dengar, seperti "diet dong" atau "coba kurusan dikit" yang bisa terasa menyakitkan. Namun, saya belajar untuk mengubah pandangan itu menjadi motivasi positif, bukan kritik yang menghancurkan. Misalnya, memperlakukan tubuh dengan penuh kasih sayang seperti memilih makanan sehat dan olahraga ringan yang menyenangkan tanpa harus menekan diri mencapai standar tertentu. Saya juga menemukan kekuatan dalam menerima "lemak lo kemana-mana tuh" sebagai bagian unik dari tubuh saya. Menjaga kesehatan tidak hanya soal berat badan, tetapi bagaimana kita merasa nyaman dan percaya diri. Saya mengadopsi pola pikir "I love my body" dan "aku suka tubuhku" sebagai afirmasi harian. Selain itu, penting untuk mengapresiasi segala bagian tubuh, termasuk rambut berkilau dan lengan serta kaki yang unik. Pernah merasa minder karena perut gemas? Saya mencoba untuk merayakannya sebagai bagian dari keindahan diri. Mencintai diri sendiri adalah perjalanan yang berkelanjutan dan memberi efek positif pada kehidupan sehari-hari. Dengan menunjukkan cinta kepada tubuh sendiri, kita dapat menghadapi dunia dengan lebih percaya diri dan bahagia.
























