That was me !!!
Saya pernah mengalami masa di mana pujian membuat saya terlena, dan hinaan membuat saya hampir menyerah. Namun, dari pengalaman itu saya belajar bahwa kunci utama adalah memiliki sikap yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh opini orang lain. Ungkapan "Di puji Tidak Terbang, Di Hina Tidak Tumbang" sangat menggambarkan sikap hidup yang seimbang. Ketika kita mendapatkan pujian, jangan sampai itu membuat kita sombong atau puas diri. Sebaliknya, ketika menghadapi hinaan atau kritik negatif, kita jangan larut dalam kesedihan atau kehilangan kepercayaan diri. Sebaiknya ambil sisi positif dari kritik tersebut untuk memperbaiki diri. Dalam perjalanan hidup saya, saya sering mengingat motto ini untuk memperkuat mental. Misalnya, saat mendapatkan komentar positif dari banyak orang, saya tetap rendah hati dan tetap fokus pada tujuan saya. Saat menerima hinaan, saya gunakan itu sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa saya bisa lebih baik lagi. Sikap ini juga membuat hubungan saya dengan orang lain menjadi lebih baik karena saya belajar tidak mudah tersinggung atau cepat merasa bangga. Melatih diri untuk tetap seimbang dan kuat menghadapi pujian dan hinaan merupakan bentuk kedewasaan yang sangat penting di era media sosial saat ini, di mana komentar dari berbagai pihak bisa datang kapan saja. Semoga pengalaman ini membantu pembaca untuk tetap kuat, tangguh, dan terus maju meskipun mendapatkan pujian atau hinaan dalam hidup.
























