IRT jgn pernah BERDOA JELEK untuk SUAMI❌ KAPOK!
Hii hii lemonade Lemon8IRT 👋🏻
#AkuPernah bikin rezeki ku seret🥺
Ternyata itu karna ulahku sendiri🙈
Saking sakit hatinya kepada suami, aku sampe gak sadar bahwa sudah mendoakan yg tdk baik untuk suami..
Mendoakan agar suamiku dipersulit rezekinga ternyata berdampak juga dengan rezekiku🙊
#TipsDariUmurKu sejak saat itu, ketika suamiku mengatakan hal yg membuat hatiku sakit, aku hanya mencoba sabar, menjauh/tinggalkan.. Daripada hal tsb terulang, lebih baik aku mendoakan suamiku agar dilembutkan hatinya..
Diberikan rezeki yg melimpah😇
Karna memang semustajab itu doa seorang istri dan orang yang tersakiti😢
Kita gak tau yaa best #doamustajab mana yg sedang Allah kabulkan..
Kalian pernah ngalamin kyk aku gak? Sharing di kolom komentar yaa👇🏻✨
Aku dulu mikirnya, kalau aku lagi sakit hati sama suami ya wajar aja kalau ngomel atau doa yang jelek-jelek. Apalagi pas lagi capek, sakit, tapi serasa diabaikan suami. Rasanya sedih banget, kayak nggak dianggap. Tapi setelah ngalamin sendiri, aku baru paham kalau doa istri itu benar-benar mustajab, dan bisa balik ke diri kita sendiri. Waktu itu pemicunya sepele tapi nyelekit: aku dibilang istri boros. Padahal dari kacamata aku, ya pengeluaran rumah tangga biasa aja: belanja dapur, kebutuhan anak, bayar ini itu. Kata "istri boros" itu nancep di kepala, apalagi diucap pas kondisi aku lagi nggak enak badan. Dari situ, muncul doa yang jelek: minta rezeki suami diseretkan. Aku pikir cuma ucapan karena emosi. Ternyata beberapa hari kemudian, rezekiku sendiri ikut seret. Orderan turun, uang masuk ke rumah kerasa mandek, padahal biasanya lancar. Di situ aku kerasa kejedot banget: doa jelek itu kayak balik jadi karma buat aku. Dari situ aku mulai pelan-pelan belajar. Kalau lagi sakit diabaikan suami atau dibilang boros, sekarang aku coba tahan diri buat nggak langsung bereaksi. Biasanya aku lakukan beberapa hal: 1. Menjauh sebentar untuk nenangin diri. Aku pilih pindah ruangan, fokus ke kegiatan lain, atau sekadar ambil wudhu. Bukan kabur dari masalah, tapi jaga diri biar nggak keluar kata-kata doa yang jelek. Soalnya sekali meluncur, susah ditarik lagi. 2. Jelaskan perasaan dan pengeluaran dengan tenang. Kalau sudah agak adem, aku ajak suami ngobrol, jelasin satu-satu pengeluaran: belanja mingguan, kebutuhan anak, cicilan, dan lain-lain. Bukan buat menyalahkan, tapi biar dia paham kenapa uang terasa cepat habis. Aku juga jujur bilang kalau aku sakit hati dibilang boros. Ternyata waktu kita ngomong baik-baik, suami juga lebih bisa nerima. 3. Ubah doa jelek jadi doa baik. Sekarang kalau lagi kesel banget, aku ganti doanya: minta Allah lembutkan hati suami, lancarkan rezeki suami dan aku, dan kuatkan hati sebagai istri. Aku pegang prinsip: kalau rezeki suami lancar dan berkah, efeknya ke aku dan anak-anak juga. Jadi daripada mendoakan suami susah, lebih baik minta kami sama-sama dimudahkan. 4. Introspeksi soal "boros". Aku juga nggak mau defensif terus. Kadang aku cek lagi: memang butuh atau cuma pengin? Dari situ aku belajar bedain kebutuhan dan keinginan, dan pelan-pelan belajar nyusun anggaran rumah tangga. Dengan begitu, kalau ada tuduhan boros, aku bisa tunjuk data, bukan cuma merasa diserang. Buat teman-teman yang pernah sakit diabaikan suami atau pernah mendoakan jelek saat emosi, percaya deh, kamu nggak sendirian. Tapi dari pengalamanku, doa istri itu sangat kuat. Kalau bisa, jangan sampai doa itu malah berubah jadi bumerang untuk kita sendiri. Pelan-pelan aja, belajar sabar, menghindar dulu kalau perlu, lalu doakan yang baik-baik. Siapa tahu, justru dari doa itu hati suami benar-benar dilembutkan dan rezeki keluarga jadi lebih berkah. Kalau kamu pernah ngalamin hal yang mirip, entah dibilang boros atau diabaikan pas lagi sakit, boleh banget sharing. Kadang dengan baca cerita orang lain, hati kita jadi lebih tenang dan merasa lebih kuat menghadapi rumah tangga.







Pasti kesel banget itu yaa ka dind, makanya sampe keceplosan gitu curhat sama Allah, padahal Allah juga tau kita lagi kecewa ya kaa🥺 timakasii reminder nya kaa dind