Ternyata Kata "SEANDAINYA" disukai setan🫢

Hi Lemonade šŸ‹šŸ«¶

pernah ngomong "seandainya" ? tentu pernah yah

tau nggak sobat ,kalo kata seandainya itu bisa berdampak baik / buruk , tergantung cara kita mengunakannya dengan hati².

#Seandainya

#CurcolanHati

2025/8/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur aja, aku dulu termasuk orang yang paling sering banget ngomong "seandainya". Seandainya aku dulu pilih jalan ini, seandainya aku nggak kenal dia, seandainya aku lebih rajin, dan lain-lain. Awalnya kupikir itu cuma bentuk penyesalan biasa. Tapi setelah lihat kutipan hadis tentang larangan berkata "seandainya" karena bisa membuka pintu setan, aku mulai mikir ulang soal kebiasaan ini. Ternyata, kata-kata seandainya itu halus banget efeknya. Kadang bukan cuma sekadar penyesalan, tapi bisa bikin hati jadi nggak ridha sama takdir. Contohnya, waktu gagal dapat kerjaan impian, aku terus-terusan mikir, "Seandainya kemarin aku jawab interview begini, pasti keterima." Padahal, kalau dipikir lagi, yang sudah terjadi ya sudah. Terlalu sering ngomong seandainya malah bikin aku makin overthinking dan nyalahin diri sendiri terus. Pelan-pelan aku belajar bedain antara seandainya yang negatif dan yang bisa jadi bahan evaluasi. Kalau seandainya dipakai buat meratapi nasib, menyalahkan takdir, atau membandingkan hidup kita sama orang lain, itu yang bahaya. Dari situlah pintu setan kebuka, karena dia suka banget kalau kita jadi nggak puas sama ketentuan Allah, lalu pelan-pelan jauh dari rasa syukur. Tapi di sisi lain, aku juga ngerasa manusiawi banget kalau kadang kepikiran "seandainya". Bedanya, sekarang aku coba ubah kalimatnya. Misalnya, yang tadinya, "Seandainya aku nggak malas, nilainya pasti bagus," aku ganti jadi, "Besok aku harus lebih rajin supaya nilainya lebih bagus." Fokusnya bukan lagi ke masa lalu yang nggak bisa diulang, tapi ke langkah ke depan yang masih bisa diusahakan. Aku juga punya kebiasaan baru: setiap kali di kepala muncul kata seandainya yang bikin hati sedih atau nyesek, aku coba lawan dengan kalimat, "Ini sudah takdir terbaik dari Allah, mungkin aku belum paham hikmahnya sekarang." Kedengarannya klise, tapi lama-lama hati jadi lebih tenang. Overthinking pelan-pelan berkurang, dan aku lebih fokus ke apa yang bisa dikerjain hari ini. Buat kamu yang lagi suka cari kata-kata seandainya buat caption atau curcolan hati, coba dipikir lagi: kata-kata itu bikin kamu makin kuat atau malah makin tenggelam di penyesalan? Boleh banget curhat, namanya juga manusia. Tapi jangan sampai kalimat yang kita tulis justru bikin kita makin jauh dari rasa ikhlas. Kalau mau, kita bisa kok ganti kata kata seandainya dengan kalimat yang lebih positif. Misalnya: - Bukan lagi: "Seandainya aku nggak ketemu dia…" Tapi: "Pertemuan itu jadi pelajaran berharga buat aku sekarang." - Bukan: "Seandainya aku lebih baik, dia nggak bakal pergi." Tapi: "Sekarang aku mau fokus memperbaiki diri, bukan memaksa orang untuk tetap tinggal." Aku share ini bukan karena aku sudah paling benar, tapi karena aku sendiri lagi belajar. Siapa tau dengan kita saling mengingatkan soal kata seandainya yang disukai setan ini, bisa jadi amal jariyah juga. Kamu sendiri, kata-kata seandainya apa yang paling sering muncul di kepala belakangan ini?

23 komentar

Gambar Oppank🌺
Oppank🌺

mmmm gimana nih hahhaha lagi challenge seandainyaa

Lihat lainnya(1)
Gambar Fitriayu
Fitriayu

memang betul kak.. ga baik berandai-andai..

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya