Yakin mau pindah karir ke freelance
Hai hai lemoner #WajibTau
Ada yang lagi dilema karena burnout dikerjaan, dijadikan palu gada, lingkungan toxic, dapat atasan aneh, sampai-sampai mau pindah karir ke freelance hem, yakin mau pindah, sebelum pindah baca dulu deh poin-poin berikut.
1. Udah tersedia dana darurat berapa direkening, aman gak buat 1-2 tahun kedepan, freelance gak semudah itu loh lemoners, apalagi belum ada portofolio
2. Siap gak kesepian, setiap harinya dirumah terus, susah untuk bertanya, cuma ngandelin memahami guidline yang diberikan client saja
3. Siap pendapatan gak stabil kadang 🆙 kadang ⬇️
4. Siap merubah jam tidurnya, malam jadi siang, siang jadi malam, apabila dapat client luar
5. Siap menghadapi revisian seabreg harus selesai dalam waktu beberapa jam
Yu dipikirkan ulang ya lemoners, siapa tau ada yang sedang difase ini, perasaanya lagi bimbang mau pindah karir.
Sebelum pindah karir diperhatikan dulu ya poin-poinnya
Tapi demi menjaga kewarasan, jangan pikir panjang langsung gas kebut belajar skillnya, ikut boot came banyak kok yang menyediakan
Good luck lemoners semoga hari-harinya menyenangkan ya, impiannya cepat terkabul amin
Pindah ke karir freelance memang terdengar menggiurkan, terutama saat merasa burnout atau tidak nyaman di lingkungan kerja saat ini. Namun, sebelum mengambil langkah besar ini, penting banget buat memahami beberapa hal yang sering kali tidak terlihat dari luar. Pertama, soal dana darurat. Banyak orang mengira freelance itu bebas dan mudah, padahal kenyataannya, pendapatan sebagai freelancer bisa sangat fluktuatif. Kadang banyak proyek, kadang sepi. Oleh karena itu, memiliki dana darurat untuk kebutuhan hidup 1-2 tahun adalah kunci agar kamu tidak panik ketika penghasilan belum stabil. Kedua, masalah kesepian. Jika kamu terbiasa di lingkungan kantor yang ramai, pindah ke freelance bisa membuatmu merasa terisolasi. Tidak ada rekan kerja yang bisa langsung ditanya saat bingung, dan komunikasi terbatas hanya lewat chat atau email dengan klien yang harus kamu pahami guideline-nya dengan baik. Ketiga, jam kerja yang tidak tetap. Freelancer seringkali harus menyesuaikan waktu dengan klien, terutama klien dari luar negeri yang berbeda zona waktu. Ini bisa membuat jam tidur berubah drastis, dari malam jadi siang atau sebaliknya, jadi kamu harus siap secara fisik dan mental. Keempat, siap menghadapi revisi yang mendadak dan sering kali harus selesai dalam waktu singkat. Freelancer harus fleksibel dan cepat tanggap supaya klien puas dan reputasi tetap terjaga. Terakhir, penting juga untuk terus belajar dan mengasah skill. Banyak boot camp dan kursus online yang bisa membantu kamu upgrade kompetensi agar semakin percaya diri di dunia freelance. Jangan lupa, pindah karir bukan hanya soal lepas dari lingkungan toxic tapi juga soal kesiapan mental dan finansial. Dengan persiapan matang, jalan kamu sebagai freelancer pasti lebih mulus. Semangat terus dan semoga sukses dengan pilihan karirmu!
