kesal bertahun² dengan kondisi rumah lembab bikin orang yang survey untuk sewa kontrak makin ogah
kuputuskan dengan suami aku mau renovasi
kebetulan di acc dan semua kendali ada diaku
dengan waktu dan budget yang terbatas aku coba cari ide di pinterest dan tiktok
hampir semua printilan aku beli di tiktok shop dan sejauh ini oke banget
hal yang perlu diperhatikan saat renovasi rumah lembab adalah cari dulu sumber masalahnya
kebetulan di rumah aku masalahnya adalah pipa air yg bocor lalu kami amplas dan beri lapisan waterguard/waterproof sebelum cat interior
!!! untuk wallpanel ini aku bikin 50% tinggi dinding dan beri sela (selain untuk pasang lampu strip) juga sebagai sirkulasi udara agar kelembaban enggak terjebak di bawah wallpanel
untuk yang lain aku hanya bermain di lampu rell led , spc dan furniture
hal yang paling merubah suasana adalah spc dan lampu , jangan sampai salah pilih dan penempatan ya !
disini aku pakai warna warm , dan untuk lampu ruang tamu aku beli yg bisa 3 versi .
alhamdulillah sejauh ini udah aman dari lembab semoga awet sampai bertahun² :"")
... Baca selengkapnyaWaktu awal renovasi, aku banyak cari referensi soal renovasi rumah sederhana sebelum sesudah, biar bisa kebayang hasilnya tanpa harus bongkar total. Kuncinya menurutku adalah fokus di masalah utama dulu, baru estetika. Di rumahku, sumber lembabnya itu dari pipa bocor dan kurang sirkulasi, jadi kalau cuma ditutup wallpaper cantik doang ya ujung-ujungnya jamur muncul lagi.
Buat area yang super lembab kayak kamar mandi atau dinding yang nempel kamar mandi, aku sekarang selalu pakai cat dinding kamar mandi anti air. Biasanya di kemasan cat memang ada keterangan "waterproof" atau khusus area lembab. Step-nya: dinding diamplas dulu, pastikan jamur udah bersih, kalau perlu pakai cairan pembasmi jamur, baru kasih lapisan waterguard/waterproof. Setelah itu baru cat finishing. Memang agak makan waktu, tapi hasilnya sejauh ini jauh lebih awet, cat nggak cepat menggelembung.
Soal wallpaper dinding anti lembab, ini juga penting banget kalau kamu tetap mau pakai wallpaper. Jangan asal pilih karena motifnya lucu. Cari yang memang ada lapisan anti lembab atau berbahan vinyl yang lebih tahan air dan gampang dilap. Tapi satu hal yang aku pelajari: wallpaper itu cuma pelengkap. Kalau dinding di belakangnya masih basah atau rembes, secanggih apa pun wallpaper dinding anti lembab, jamur tetap bisa tembus. Jadi tetap wajib beresin sumber lembab dulu.
Di kamar yang dulu super lembab, aku akhirnya nggak full pakai wallpaper lagi. Aku kombinasikan: setengah dinding pakai wallpanel dengan sedikit sela buat sirkulasi udara, setengahnya lagi dicat pakai cat interior tahan lembab. Baru mainkan aksen di gorden yang lebih tinggi, lampu rel LED dan led strip biar suasana jadi hangat dan modern. Lantai aku ganti pakai SPC motif kayu, ini cukup ngubah vibe tanpa harus renovasi besar.
Untuk dapur, aku nggak yang heboh bongkar kabinet karena budget terbatas. Fokusku di backsplash (pakai wallsticker yang tahan panas dan air), lampu tempel LED di bawah kabinet, dan satu exhaust besar supaya hawa lembab cepat keluar. Ternyata cuma dengan tiga hal itu, dapur yang tadinya pengap dan lembab banget jadi lebih kering dan enak dipakai masak.
Kalau kamu lagi mau renovasi rumah sederhana sebelum sesudah, apalagi dengan masalah lembab, saranku:
- Cek sumber air: pipa, atap, kamar mandi di sebelahnya.
- Pakai cat dinding kamar mandi anti air di area rawan lembab.
- Kalau mau pakai wallpaper dinding anti lembab, pastikan dinding sudah benar-benar kering.
- Mainkan pencahayaan warm dan lantai (misalnya SPC) untuk hasil "sesudah" yang terlihat beda tapi tetap hemat.
Semoga sharing versiku ini bisa bantu kamu yang lagi galau mau mulai dari mana buat renovasi rumah lembab versi hemat namun tetap estetik.
Kak meja makannya dilapis stiker kayu?