kena depresi + gerd ternyata gara² kurang ini
masyaAllah aku udah lepas dari GERD dan depresiku amat sangat membaik .
bukan karena obat . karena sesungguhnya obat²an lambung malah memperburuk gerdku yang bikin kehilangan nafsu makan sampai beberapa hari
setelah aku cari akarnya ternyata aku KURANG :
1. kurang olahraga , aku bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir kali olahraga . sehingga aku kurang aktivitas dan hanya di kamar aja
2. kurang B complex : kurang vitamin ini mempengaruhi mood , energi ke otak kurang sehingga memicu brain fog , dan kecemasan. kurang vitamin B jg mempengaruhi pengosongan lambung
3. kurang vitamin D juga dampaknya cukup luas termasuk mempengaruhi depresi , apalagi masa pandemi yang membuat jarang terpapar matahari apalagi setelah dicek aku betul mengalami defisiensi vitamin D
4. kurang magnesium jg dapat mempengaruhi depresi . terutama hormon stres , mencegah ketegangan otot , pencernaan melambat dan gangguan tidur
5. begadang dan terlalu sering scroll sosmed
nah ini poin yang terbesar dlu aku enggak sadar sosmed begitu andil dalam depresiku . terlalu lama terpapar membuat jam tidurku jadi kacau +, banyak informasi yang masuk dan lama² tidak sengaja mempengaruhi mentalku
6. madu ! ya aku baru iseng coba minum madu setelah pulang dr RS aku msh ga bisa makan apapun dan aku minum madu sebagai awalan sblm makan . dan masyaAllah enggak lama nafsu makanku langsung muncul dong :")
setelah aku konsumsi teratur +aku lebih kencengin ibadah + aku 2x sesi hipnoterapi.
aku udah lepas obat lhooo , dan aku lebih mindfull alhamdulillah :"")
Sedikit sharing ya soal obat seperti zypraz atau frixitas. Dulu waktu lagi parah-parahnya GERD dan depresi, aku juga sempat kepikiran buat mengandalkan obat terus. Rasanya pengin yang instan supaya cemas hilang dan perut tenang. Tapi makin ke sini aku belajar, buat kasusku pribadi, kalau cuma mengandalkan obat tanpa beresin akar masalah, malah kayak muter di lingkaran yang sama. Aku bukan tenaga medis, jadi aku nggak bisa dan nggak mau nyaranin orang stop atau minum obat tertentu. Zypraz, frixitas obat, dan obat-obat lain tetap harus sesuai anjuran dokter. Yang bisa aku bagi di sini cuma pengalamanku sendiri: apa yang aku lakukan di luar obat sampai akhirnya berani pelan-pelan lepas obat GERD dan depresiku membaik. Pertama, aku benar-benar niat ubah gaya hidup. Ternyata poin di gambar "1. wajib olahraga" itu nggak main-main. Awalnya aku mulai dari jalan santai 10–15 menit di sekitar rumah, nggak muluk-muluk. Lama-lama aku nambah durasi dan konsisten 3–4x seminggu. Olahraga bikin tidurku lebih enak dan kecemasan agak turun. Kedua, aku coba rutin minum vitamin sesuai kebutuhan: B complex, vitamin D (plus sering berjemur), dan magnesium sebelum tidur. Produk yang aku pakai kebetulan mirip banget sama yang di foto: LIFE EXTENSION BioActive Complete B-Complex, NOW High Potency Vitamin D-3, dan THORNE Magnesium CitraMate. Tapi ini aku sesuaikan setelah cek lab dan konsultasi, soalnya tiap orang kebutuhan dan kondisinya beda. Yang aku rasain, mood agak stabil, otot lebih rileks, dan perut nggak sekacau dulu. Ketiga, aku benar-benar batasi begadang dan scroll sosmed. Di gambar ada tulisan "tidak begadang + hapus sosmed" dan itu relate banget. Dulu aku sering stalking hal-hal yang malah bikin insecure dan memperparah overthinking. Sekarang aku atur jam tidur, HP mulai dijauhkan minimal 1 jam sebelum tidur, dan beberapa aplikasi sosmed aku uninstall. Keempat, madu. Awalnya cuma coba-coba minum madu Manuka (mirip dengan produk COMVITA di foto) pas pulang dari RS karena nggak ada nafsu makan. Ternyata cocok di perutku dan lumayan bantu sebagai awalan sebelum makan nasi atau lauk lain. Dari situ aku jadi rutin minum madu pagi atau sebelum makan berat. Selain itu, aku juga tambah ibadah, latihan mindfullness, dan sempat ikut 2 sesi hipnoterapi. Kombinasi semua ini, plus proses pelan-pelan bareng dokter, bikin aku akhirnya bisa lepas obat GERD. Depresi pun nggak seketika hilang, tapi berangsur membaik. Jadi kalau kamu sekarang lagi cari info soal zypraz, frixitas obat, atau obat sejenis, mungkin bisa sekalian pertimbangkan juga: gimana pola hidup, nutrisi, tidur, dan konsumsi vitaminmu. Obat itu penting dan ada tempatnya, tapi buatku pribadi, kunci jangka panjang justru di perbaikan gaya hidup dan pelan-pelan beresin akar masalahnya. Tetap konsultasi ke dokter ya sebelum mengubah dosis atau menghentikan obat apa pun.









Lihat komentar lainnya