Ayam Songkem
Menu kuliner khas Madura ini bikin nambah nasi terus 🥳
Pertama kali aku nyobain Ayam Songkem khas Madura, jujur langsung nambah nasi berkali-kali. Teksturnya lembut, aromanya kuat dari daun pisang, dan sambal merahnya benar-benar nagih. Buat kamu yang penasaran ayam songkem adalah apa, sederhananya ini ayam kukus khas Madura yang dibumbui rempah dan cabai, lalu dibungkus daun pisang, jadi rasanya beda banget dari ayam goreng biasa. Versi rumahan yang sering aku bikin itu pakai ayam kampung atau ayam potong biasa. Kunci ayam songkem Madura yang enak ada di bumbu dan teknik memasaknya. Biasanya aku haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit (kalau mau pedas nendang), kemiri, ketumbar, sedikit kunyit, garam, gula, dan kadang pakai terasi dikit supaya wangi. Setelah itu, ayam dimarinasi dengan bumbu halus plus perasan jeruk nipis supaya nggak amis. Untuk cara membuat ayam songkem, setelah dimarinasi, aku suka diamkan dulu minimal 30 menit atau simpan di kulkas biar bumbu meresap. Lalu ayam dibungkus rapat dengan daun pisang, ditambah potongan daun hijau seperti daun jeruk atau daun bawang biar aromanya makin sedap. Setelah itu dikukus lama sampai empuk. Ada juga yang lanjut dipanggang sebentar di atas kompor atau oven supaya daun pisangnya agak gosong dan aromanya makin smokey. Kalau lihat gambar ayam songkem khas Madura, biasanya kelihatan sambal merah yang melumuri ayam sampai penuh, dengan serpihan cabai dan rempah yang masih jelas. Nasi ayam songkem paling enak dimakan selagi hangat, ditemani lalapan sederhana dan mungkin sedikit kuah atau sambal ekstra kalau kamu tim pedas. Aku pribadi suka menyajikan nasi songkem dengan timun dan kol mentah, supaya menyeimbangkan pedas dan gurihnya. Selain ayam, di Madura juga terkenal bebek songkem yang diolah dengan cara mirip: dikukus dalam bumbu dan daun pisang sampai empuk. Buat kamu yang suka eksplor kuliner, ayam kukus Madura begini bisa jadi alternatif lebih sehat karena minim minyak, tapi tetap kaya rasa. Kalau mau bikin resep ayam songkem Madura asli di rumah, coba fokus ke tiga hal: bumbu ayam songkem yang lengkap rempah, pembungkusan yang rapat pakai daun pisang, dan waktu pengukusan yang cukup lama. Versi yang aku suka, setelah dikukus, ayam kadang didiamkan dulu di dalam bungkusnya biar sari-sari bumbu benar-benar meresap. Rasanya jadi seperti makan di warung khas Madura, walaupun masaknya di dapur sendiri. Menurutku, songkem ayam ini cocok banget buat menu spesial keluarga, karena aromanya bikin satu rumah wangi dan semua auto lapar. Kalau kamu sudah pernah cobain ayam songkem Madura di daerah asalnya, boleh banget bandingkan dengan resep rumahan sendiri, siapa tahu kamu nemu racikan bumbu ayam songkem madura versi kamu yang lebih cocok di lidah.
