bertanya dalam hati
hallo sahabat #lemon8indonesia apa kabar..semoga selalu baik yah... selalu dalam lindungan Allah ta'ala aamiin 🤲🤲🤲 aku mau curhat nii.... gimana siih guys perasaan kalian terhadap ibu kalian?? pasti sayang kan yah.. setiap anak pasti ingin. membahagiakan bapak/ibu nya termasuk aku... aku selalu berdoa kepada Allah semoga bisa membahagiakan kedua orang tua sebelum mereka tiada di dunia,,tapi sikap ibuku udah 3tahun belakangan ini entah mengapa selalu membuat memarahiku kadang sampai bertengkar,padahal hanya masalah sepele... itupun aku hanya membenarkan dan ngomong dengan fakta yang ada 🥹 tapi pada akhirnya ibuku malah marah dan membenciku,.. dari aku hamil besar pada tahun 2023 kupikir tak akan terulang ... ditahun 2024 kembali terulang sampai 2025... selalu seperti itu.. hingga puncaknya aku di usir dari rumah dalam keadaan suamiku sedang bekerja di laut,, dan aku sekarang hidup ngontrak guys ☺️doain yah .. semoga aku banyak rejeki dan bisa beli rumahh aamiin 🤲🤲 tapi semarah marahnya ibuku sama aku walaupun dia berlaku seperti itu .. aku ga pernah menyimpan dendam ko... ya aku memakluminya.... namanya lagi marah mungkin ya.... aku sadar aku sebagai anak dan gag boleh terlalu melawan orang tua terlalu berlebihan nanti jadi anak durhaka hehehh....
udah dulu ya curhatan aku hari ini byee ❤️#TentangKehidupan
Perasaan benci atau kesal terhadap ibu sendiri adalah hal yang banyak dialami oleh anak-anak, terutama saat terjadi konflik yang berulang dan melibatkan emosi yang mendalam. Dalam situasi seperti ini, penting untuk menyadari bahwa perasaan tersebut muncul bukan karena kurangnya cinta, melainkan akibat kekecewaan dan rasa terluka yang belum tersampaikan secara baik. Konflik dengan ibu seperti yang dialami sang penulis, yang bahkan sampai membuatnya harus keluar dari rumah, menunjukkan dinamika keluarga yang kompleks. Kadang-kadang, orang tua juga sedang menanggung beban pikiran dan tekanan yang membuat mereka frustrasi sehingga mudah marah. Namun, sikap memaafkan dan berusaha memahami sisi ibu adalah langkah yang bijak agar hubungan tetap terjaga tanpa menjadi durhaka. Sebagai anak, berkomunikasi secara jujur namun tetap sopan dengan ibu adalah kunci mengurangi gesekan. Cobalah untuk memilih waktu yang tenang dan menggunakan kalimat yang mengekspresikan perasaan tanpa menyalahkan. Misalnya, "Aku merasa sedih saat ibu marah, aku berharap kita bisa saling memahami." Selain itu, berdoa serta mencari dukungan dari orang terdekat dapat memberikan kekuatan emosional. Menjalani hidup mandiri seperti ngontrak juga bisa menjadi jalan untuk memberi ruang emosional bagi keduanya. Ini bukan berarti menjauh secara permanen, tetapi membuka kesempatan bagi keduanya untuk tenang dan memikirkan masalah secara dewasa. Memiliki impian seperti beli rumah juga bisa menjadi motivasi positif untuk membangun masa depan yang lebih baik. Yang terpenting, jangan biarkan perasaan benci menguasai hati. Mencoba melihat sisi baik orang tua dan mengingat pengorbanan mereka dapat membantu menciptakan empati dan mengurangi kemarahan. Dengan begitu, hubungan keluarga yang sempat retak dapat perlahan diperbaiki dan rasa sayang terhadap ibu tetap terjaga, walaupun ada perbedaan dan konflik.

kalo org tua marah tinggalin sj gk usah di lawan nanti jg redah jangan sampai org tua jd depresi atau darah tinggi bisa tambah masalah