"Home isn't where you're from, it's where you find light when all grows dark," famously written by Pierce Brown
Saya pernah mengalami masa-masa sulit di rumah lama saya, dimana suasana penuh dengan ketidakpastian dan kegelapan. Namun, setelah pindah ke tempat baru, saya menyadari bahwa sebenarnya rumah bukan sekadar bangunan atau tempat asal, melainkan tempat kita bisa menemukan cahaya di kala gelap. Kutipan Pierce Brown ini benar-benar menggambarkan pengalaman saya secara personal. Bagi saya, rumah adalah sumber kekuatan dan semangat; saat segala sesuatu terasa berat dan tantangan menghadang, rumah memberikan rasa nyaman dan ketenangan. Tempat di mana keluarga dan orang terdekat bisa saling mendukung, itu yang sebenarnya membuat rumah menjadi 'cahaya' yang sesungguhnya. Selain itu, konsep rumah ini juga mengajarkan kita untuk tidak terikat hanya pada asal usul geografis, melainkan fokus pada lingkungan dan hubungan yang positif yang kita bangun. Saya juga mulai lebih menghargai momen-momen sederhana di rumah—seperti menikmati secangkir kopi, berbincang hangat bersama keluarga, atau sekadar menikmati keheningan setelah hari yang panjang. Menemukan 'cahaya' di rumah bisa menjadi proses yang personal dan berbeda untuk setiap orang, tapi yang pasti, rumah adalah tempat di mana hati kita merasa diterima dan dikenal. Kutipan ini menginspirasi saya untuk melihat rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal fisik, melainkan sebagai tempat spiritual yang penuh harapan dan kedamaian.



















































