#KeseharianKu setelah pulang kerja seperti biasa nemenin anak main. Anakku sebetulnya suka semuanya, ya suka mainan mobil tapi suka main masak-masakan juga, sebenernya boleh enggak ya? #JujurAja lumayan bertanya-tanya sih
... Baca selengkapnyaAwalnya aku juga sempat mikir, wajar nggak ya anak cowok lebih sering pegang spatula mainan daripada pegang bola? Tapi makin sering nemenin dia bermain masak-masakan di atas matras, aku jadi sadar kalau yang penting itu bukan jenis mainannya, tapi apa yang dia pelajari dari situ.
Dari mainan masak-masakan anak bisa belajar banyak hal, mulai dari nama-nama makanan, warna, bentuk, sampai konsep panas-dingin, besar-kecil. Anakku suka pura-pura bikin masakan mainan, lalu "menjualnya" ke aku dan ayahnya. Dari situ dia belajar ngobrol, tawar-menawar, dan gantian. Ternyata ini ngebantu banget perkembangan bahasa dan keberaniannya.
Kalau soal gender, sekarang aku lebih santai. Di dapur kehidupan nyata, banyak kok chef profesional yang laki-laki. Jadi menurutku wajar aja kalau anak cowok bermain masak-masakan. Yang penting, aku imbangi juga dengan mainan cowok lain seperti mobil, balok, atau bola, biar dia eksplor banyak hal. Intinya, dia punya kebebasan memilih mainan apa yang dia suka, selama aman.
Buat yang lagi cari mainan masak-masak anak, aku biasanya perhatiin beberapa hal:
1. Bahan mainan masak-masakan: sebisa mungkin pilih yang BPA free, nggak tajam, dan nggak mudah patah. Apalagi kalau anak masih suka masukin masakan mainan ke mulut.
2. Ukuran mainan masakan: jangan terlalu kecil supaya nggak berisiko ketelan. Set masak mainan yang ukurannya agak besar lebih aman buat balita.
3. Kelengkapan set: ada panci, kompor mainan, piring, sendok, plus makanan mini seperti sayur dan buah. Anak jadi bisa pura-pura masak lengkap.
4. Mudah dibersihkan: karena sering jatuh ke lantai, aku pilih yang bisa dilap atau dicuci cepat.
Aku juga suka selipin permainan ala main masak-masakan jaman dulu. Misalnya pakai daun, pasir, atau bunga di halaman sebagai "bahan makanan". Tentu tetap diawasin ya, jangan sampai dimakan beneran. Seru banget lihat imajinasi anak berkembang, apalagi kalau dia mulai ngarang resep sendiri.
Kalau teman-teman masih ragu, mungkin bisa dicoba dulu temenin anak bermain masak-masakan sambil ngobrol. Rasakan sendiri gimana dia berimajinasi dan belajar. Menurutku, anak bermain masak-masakan itu bukan soal anak cowok atau cewek, tapi soal stimulasi dan kedekatan orang tua dengan anak. Selama kita dampingi, pilih mainan yang aman, dan tetap ajarkan nilai-nilai yang baik, mainan masak-masakan justru bisa jadi momen bonding yang berkesan.
gapapa kak bagus🥰🥰