... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali menata ruang keluarga minimalis di rumah, aku sempat bingung mulai dari mana. Aku pengin ruang yang kelihatan lega, rapi, tapi tetap nyaman buat nonton TV, ngobrol, sampai leha‑leha bareng keluarga. Akhirnya aku fokus ke beberapa hal: pemilihan furnitur, warna, dan penataan area.
Untuk sofa, aku jatuh cinta sama model sofa rotan dengan bantalan putih. Rotan bikin suasana lebih hangat dan natural, tapi bantalan putih bikin ruangan tetap terlihat bersih dan terang. Kalau kamu takut kotor, bisa pilih sarung sofa yang bisa dilepas pasang, jadi gampang dicuci. Meja kopi kayu kecil di tengah juga sangat membantu, selain buat taruh minuman atau camilan, tampilannya menyatu dengan konsep minimalis natural.
Kabinet TV putih adalah kunci supaya area TV tetap kelihatan rapi. Aku pilih model yang ada pintu tertutup, jadi kabel dan barang kecil bisa disembunyikan di dalam. TV ditempatkan agak sejajar dengan sofa supaya enak ditonton tanpa bikin leher pegal. Kalau bisa, pilih ukuran TV yang proporsional dengan ukuran ruang keluarga, jangan terlalu besar supaya ruangan nggak terasa penuh.
Tanaman hias jadi elemen yang menurutku wajib ada. Cukup 1–2 pot saja, misalnya di sudut dekat tirai krem atau di samping kabinet TV. Selain mempercantik, tanaman bikin ruang keluarga terasa lebih hidup dan segar. Kalau kamu kurang bisa merawat tanaman hidup, tanaman artificial juga tidak masalah, yang penting tidak berlebihan supaya tetap minimalis.
Bagian yang sering dilupakan adalah area tangga. Di inspirasiku, area tangga minimalis dengan pegangan hitam dan anak tangga keramik dibuat menyatu dengan ruang keluarga. Dinding dekat tangga dikasih panel kayu tipis, jam dinding hitam, dan beberapa bingkai foto. Hasilnya, area transisi ini jadi spot cantik yang tetap fungsional.
Untuk warna, aku pakai kombinasi putih, krem, dan sedikit aksen hitam di pegangan tangga dan jam dinding. Tirai krem membantu menyaring cahaya, jadi ruang keluarga tetap terang tapi nggak silau. Trik lainnya, usahakan lantai dan dinding tetap polos, lalu bermain di tekstur furnitur seperti rotan, kayu, dan kain.
Hal terakhir yang menurutku penting adalah menjaga kerapian. Konsep ruang keluarga minimalis akan terlihat maksimal kalau barang‑barang tidak menumpuk. Aku biasakan hanya menyimpan benda yang benar‑benar dipakai di ruang keluarga, sisanya disimpan di laci kabinet. Dengan cara ini, setiap kali aku masuk, rasanya ruang keluarga selalu enak dipandang dan bikin betah.