RUTINITAS ART
Rutinitas ngurus rumah versi ibu punya anak aktif itu bukan soal rumah selalu rapi.
Pagi semangat beresin.
Siang udah berantakan lagi.
Sore badan capek, tapi rumah masih aja kayak habis dilewatin badai kecil 🥲
Kadang aku mikir,
“Kenapa ya nggak pernah kelar?”
Tapi terus aku lihat…
mainan berserakan karena anak lagi eksplor,
suara ribut karena dia lagi bahagia,
dan aku di tengah semua itu — capek, iya… tapi juga bersyukur.
Rumah ini mungkin nggak estetik.
Nggak selalu rapi.
Tapi penuh suara, penuh gerak, penuh kenangan yang lagi dibangun pelan-pelan.
Dan mungkin suatu hari nanti…
aku bakal kangen rumah yang seribet ini.
🤍
Kalau kamu juga ibu dengan anak aktif, coba komen:
tim rumah rapi atau tim yang penting anak happy? 😆👇
Biar kita tahu kamu nggak sendirian di drama per-rumah-tanggaan ini.
#NgurusRumah #MenujuL8Awards #Hello2026 #irtproduktifygmenghasilkancuan #PengalamanKu
Mengurus rumah dengan anak yang aktif memang penuh tantangan yang tak berujung. Dari pengalaman pribadi, pagi hari penuh semangat untuk membereskan rumah, tapi tak kalah cepat siang harinya rumah kembali berantakan seperti habis dilanda badai kecil. Kadang perasaan lelah dan bertanya "Kapan semua ini selesai?" sering muncul, namun melihat mainan berserakan dan anak yang bahagia saat sedang bermain membuat saya sadar bahwa itu adalah bagian dari proses eksplorasi mereka. Saya pernah mencoba untuk memaksakan rumah tetap rapi sepanjang waktu, tapi itu justru membuat stres dan kehilangan momen kebahagiaan anak. Akhirnya saya menerima bahwa rumah yang 'hidup' dengan suara ceria anak-anak, tumpukan mainan, dan kekacauan kecil adalah tanda rumah yang penuh cinta dan kenangan yang sedang dibangun. Rumah yang ideal bukan yang selalu tampak estetik dan bersih, tapi yang terasa hangat dan penuh kebahagiaan keluarga. Dari pengalaman ini, saya belajar pentingnya fleksibilitas dalam mengatur rumah, terutama untuk ibu dengan anak aktif. Mengatur waktu beres-beres secara bertahap dan melibatkan anak dalam kegiatan rapi-rapi juga membantu mengurangi kelelahan. Selain itu, menjaga pikiran tetap positif dan bersyukur atas setiap momen bersama anak membuat rutinitas rumah menjadi lebih bermakna. Saya mengajak ibu-ibu lain yang juga memiliki anak aktif untuk tidak merasa sendiri dalam 'drama per-rumah-tanggaan' ini. Yuk, berbagi cerita apakah kamu lebih memilih rumah yang selalu rapi atau yang penting anak bahagia? Sama-sama kita saling mendukung dan memahami bahwa menjadi ibu dengan anak aktif adalah perjalanan penuh warna yang nyata dan berharga.



