Photo ke 1 Perjalanan IF

Hai perkenalkan saya perempuan yang 4 bulan lagi memasuki 40thn, Ibu dari 2 orang anak lelaki yang sudah besar². Tinggi badan 164cm dengan berat badan yang gak berani ditimbang 😰😥😅, yang jelas ini sudah over 😩😤, dibanding 5tahun lalu berat saya bisa di angka 62kg.

Dari kecil memang saya sudah berlabel "gendut"😅. Namun setelah menikah berat badan saya menginjak angka terendah di 56kg🥰, angka timbangan paling kecil sepanjang hidup saya 😆, namun dalam perjalanannya naik berat badan karena hamil, melahirkan dll, juga selama itu masih berjuang dengan menurunkan berat badan baik dengan produk nutrisi, pergi ke dokter gizi, diet artis dll, betul memang berhasil turun berat badan namun akhirnya naik lagi.

Sepertinya memang sudah saatnya merubah pola hidup kembali , menjadikan diet tidak hanya untuk sebuah target namun gaya hidup.

Saya belum pernah diet IF sebelumnya, pernah pun hanya satu dua hari selebihnya hanya sebuah keinginan, namun semoga tidak dengan sekarang. Ingin menurunkan berat badan agar semakin sehat diusia kepala 4, namun rasanya sekarang terasa berat untuk pergi ke dokter gizi atau mengkonsumsi produk nutrisi dengan harga yang selangit, Semoga bisa konsisten menjalani diet IF ini

#intermintentfasting

#pejuangdiet

2025/9/10 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelain mengikuti jadwal intermittent fasting yang fleksibel, saya belajar bahwa kunci keberhasilan diet IF terletak pada konsistensi dan kesabaran. Biasanya saya menjalankan puasa selama 16 jam dan makan pada jendela waktu 8 jam setiap hari. Awalnya memang terasa berat, terutama saat harus menahan lapar di jam-jam yang biasanya saya makan. Namun, dengan pendekatan perlahan dan tidak memaksakan diri, saya mulai merasakan energi yang lebih stabil dan penurunan berat badan secara bertahap. Yang paling penting bagi saya adalah menjadikan pola makan ini sebagai gaya hidup, bukan sekadar metode diet sementara. Saya juga lebih memperhatikan kualitas makanan saat berbuka, memastikan asupan bergizi dan tidak berlebihan. Intermittent fasting bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga tentang membangun kebiasaan makan yang sehat dan menyeimbangkan kesehatan tubuh, terutama saat memasuki usia kepala 4. Pengalaman saya juga mengajarkan bahwa dengan disiplin dan pemahaman yang tepat, diet IF bisa dijalankan tanpa harus selalu konsultasi dokter atau membeli produk mahal.