Dari sebelum subuh Majalengka di guyur hujan. Alhamdulillah akhirnya reda , masih bisa jalan kaki selama 1 jam sebelum buka jendela makan.
Mungkin karena efek cuaca sehabis hujan hampir²an kalap makan, bawaannya lapeeerrr😅😁, porsi makan siang dilebih banyakin proteinnya.
Nulis ini pas jam makan malem, sebaliknya dengan siang tadi, ini ko berasa masih kenyang ya tapiiii dari pada nanti malam kelaperan segala di makan, mari tetap menuntaskan jatah makan hari ini.
Menjelang tidur nanti masih dengan segelas teh hijau
... Baca selengkapnyaDi hari ke-3 IF ini aku bener-bener ngerasain kalau pilihan menu itu ngaruh banget ke rasa kenyang dan mood seharian. Salah satu yang paling kerasa bantu itu oatmeal hangat dengan buah. Biasanya aku makan sekitar jam 10.00, pas jendela makan baru kebuka.
Versi favoritku: oatmeal hangat yang dimasak pakai air, kadang pakai susu rendah lemak kalau lagi pengen lebih creamy. Setelah matang, aku tambahin topping buah segar seperti anggur, kiwi, dan stroberi. Kombinasi oatmeal hangat buah ini bikin perut kerasa nyaman, nggak bikin eneg, tapi tetap ngasih energi yang pelan-pelan dilepas, jadi nggak gampang laper lagi.
Kalau kamu baru mulai, bisa coba porsi kecil dulu. Misalnya 3–4 sendok makan oatmeal kering, dimasak dengan air panas sampai mengental, lalu tambahin potongan buah apa aja yang ada di rumah. Nggak harus fancy, bisa pakai pisang, apel, atau pepaya juga enak. Yang penting, jangan kebanyakan gula tambahan. Kalau pengen manis, aku biasanya pakai madu sedikit atau mengandalkan manis alami dari buah.
Tips lain yang aku rasain: makan oatmeal hangat pelan-pelan. Dinikmatin, dikunyah baik-baik. Ternyata kalau makannya nggak buru-buru, sinyal kenyang ke otak lebih cepat nyampe, jadi nggak kalap nambah porsi. Apalagi setelah hujan dan udara dingin, godaan buat makan lebih banyak itu tinggi banget, jadi aku andelin oatmeal hangat buah ini sebagai penolong biar tetap mindful.
Selain itu, aku sengaja nge-balance menu seharian. Setelah sarapan oatmeal hangat dengan buah, siangnya aku fokus ke protein: nasi merah dengan ayam, tempe, tahu yang dimasak lebih sehat (pakai air fryer), plus lalapan dan sambal. Sorenya cukup camilan ringan kayak jeruk dan sepotong kecil brownies bebas gluten biar tetap happy tapi nggak berlebihan.
Malam hari, aku pilih yang tinggi protein lagi seperti ayam panggang dengan kentang dan salad. Dengan pola kayak gini, aku ngerasa jendela makan tetap keisi dengan baik tanpa rasa kelaparan parah di luar jam makan. Oatmeal hangat buah di awal jendela makan juga bantu banget ngeredam nafsu makan yang suka muncul tiba-tiba.
Kalau kamu juga lagi cari ide menu intermittent fasting, boleh banget cobain versi kamu sendiri dari oatmeal hangat buah ini. Sesuaikan aja sama selera dan kondisi badanmu. Yang penting konsisten, banyak minum air putih, dan dengarkan tubuhmu sendiri. Semangat terus buat pejuang diet dan teman-teman IF, terutama yang sudah masuk usia 40-an, kita bisa kok tetap sehat dan menikmati makanan enak sekaligus.