Monumen Tugu Aritonang
∆ Tugu Toga Aritonang yang berada di Tapanuli Utara: Tugu ini memiliki keterkaitan dengan silsilah marga Aritonang. Adapun silsilahnya adalah sebagai berikut:
1. Si Raja Batak
2. Guru Tatea Bulan
3. Tuan Saribu Raja
4. Si Raja Lontung (ayah dari Toga Aritonang)
5. Toga Aritonang (leluhur marga Aritonang yang memiliki tiga anak, yaitu Ompusunggu, Rajagukguk, dan Simaremare)
Tugu Toga Aritonang dibangun oleh perkumpulan marga Aritonang pada 11-12 Maret 2014 dengan tujuan untuk mempersatukan keturunan serta melestarikan budaya dan adat leluhur. Puncak tugu yang berbentuk tiga helai daun melambangkan ketiga anak Toga Aritonang tersebut.
Waktu pertama kali datang ke Tugu Toga Aritonang, yang langsung terasa adalah suasana sakral tapi tetap hangat, apalagi kalau datang saat ada kumpulan keluarga besar marga Aritonang. Walaupun tugu ini tidak setenar destinasi wisata besar, buat aku justru di situlah menariknya: berasa lagi menyelami sejarah langsung di kampung halaman leluhur. Lokasinya berada di Tapanuli Utara, jadi biasanya orang menggabungkan kunjungan ke tugu ini dengan perjalanan ke sekitar Danau Toba atau kampung-kampung Batak lain. Akses jalannya menurutku cukup mudah, bisa pakai mobil atau motor. Di sekitar tugu biasanya ada area parkir sederhana dan beberapa warung kecil, jadi tidak perlu khawatir kalau mau istirahat sebentar sebelum atau sesudah berdoa atau berfoto. Yang bikin Tugu Toga Aritonang unik adalah filosofi di balik bentuknya. Puncak tugu berupa tiga helai daun melambangkan tiga anak Toga Aritonang: Ompusunggu, Rajagukguk, dan Simaremare. Buat keturunan marga Aritonang, berdiri di depan tugu ini seperti diingatkan lagi bahwa mereka berasal dari satu leluhur yang sama. Banyak yang datang untuk acara keluarga, napak tilas, sampai sekadar foto keluarga besar dengan latar tugu. Kalau kamu datang sebagai wisatawan umum, menurutku tetap seru karena bisa belajar tentang silsilah Batak: dari Si Raja Batak, Guru Tatea Bulan, Tuan Saribu Raja, sampai turun ke Si Raja Lontung dan Toga Aritonang. Biasanya ada penjelasan singkat dari orang lokal atau sesepuh yang lagi berada di area tugu. Jangan sungkan bertanya, mereka justru senang kalau ada yang tertarik dengan sejarah marga. Tips dari aku kalau mau ke tugu aritonang: usahakan datang saat cuaca cerah, karena area tugu sebagian besar terbuka dan enak banget dipakai foto-foto. Pakai pakaian yang sopan, apalagi kalau kamu datang saat ada acara adat atau ibadah keluarga. Jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan, dan hargai pengunjung lain yang mungkin sedang berdoa. Tugu Toga Aritonang ini dibangun tahun 2014 oleh perkumpulan marga Aritonang sebagai simbol persatuan dan pelestarian budaya. Rasanya sayang kalau sudah jauh-jauh ke Tapanuli Utara tapi melewatkan tempat historis seperti ini. Buat kamu yang bermarga Aritonang, datang ke sini bisa jadi penutup ("the end") yang manis dalam perjalanan napak tilas, sebelum pulang dengan rasa bangga pada asal-usul sendiri.









































🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩