2025/9/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPada usia 14 bulan, kemampuan anak untuk berdiri secara mandiri memang bervariasi tergantung perkembangan masing-masing individu. Namun, jika anak belum bisa berdiri tanpa bantuan, orang tua tidak perlu langsung panik, melainkan perlu memperhatikan beberapa hal penting. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kemampuan berdiri mandiri adalah gangguan hormon yang dapat memengaruhi kekuatan otot dan perkembangan fisik anak. Jika otot anak terasa lemah atau bentuk kaki tampak tidak biasa, maka hal ini bisa menjadi tanda bahwa perlu pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, keterlambatan kemampuan motorik kasar juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan atau kurangnya stimulasi yang mendukung perkembangan gerakan anak. Orang tua bisa membantu dengan memberikan aktivitas yang mendorong anak untuk berlatih berdiri dan berjalan dengan aman. Penting juga untuk mengenali red flags atau tanda peringatan dalam tumbuh kembang anak, seperti tidak adanya kemajuan dalam kemampuan motorik kasar atau gejala lain yang mencurigakan. Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya segera melakukan skrining tumbuh kembang anak ke tenaga medis profesional. Untuk memastikan kondisi dan mendapatkan penanganan tepat, konsultasi dengan dokter spesialis anak atau fisioterapis anak sangat dianjurkan. Skrining tumbuh kembang akan membantu mendeteksi kemungkinan gangguan lebih awal sehingga intervensi yang sesuai bisa diberikan. Kesimpulannya, walaupun ada variasi normal dalam perkembangan anak, anak usia 14 bulan yang belum berdiri mandiri harus diawasi dengan seksama. Orang tua perlu memahami penyebab yang mungkin dan melakukan langkah yang tepat agar anak dapat mencapai milestone tumbuh kembangnya dengan optimal.