🇹🇭 Prosesi Pemindahan Raga Mulia Ratu Sirikit ke Grand Palace Berlangsung Khidmat
Bangkok, 26 Oktober 2025 — Prosesi pemindahan raga mulia Ratu Sirikit, Ibu Suri Kerajaan Thailand, dari King Chulalongkorn Memorial Hospital menuju Grand Palace berlangsung khidmat dan penuh penghormatan pada Minggu sore waktu setempat.
Upacara kenegaraan tersebut dimulai sekitar pukul 16.00 waktu Thailand, dihadiri oleh anggota keluarga kerajaan, pejabat tinggi negara, serta ribuan warga yang memadati sepanjang rute iring-iringan. Jalur prosesi melintasi Henri Dunant Road, Rama IV Road, Samyan Intersection, Phaya Thai Road, hingga Rajdamnoen Road, dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer menuju kompleks Grand Palace di jantung Kota Bangkok.
Masyarakat Thailand berdiri di sisi jalan mengenakan pakaian bernuansa hitam-putih sebagai simbol duka cita. Banyak di antara mereka menundukkan kepala dan melantunkan doa saat iring-iringan kerajaan yang membawa raga mulia Ratu Sirikit melintas.
Setibanya di Grand Palace, raga mulia Ratu Sirikit ditempatkan di Dusit Maha Prasat Throne Hall, tempat suci yang akan menjadi lokasi persemayaman selama masa duka nasional. Pihak istana menyampaikan bahwa masyarakat umum akan diperkenankan memberikan penghormatan mulai 9 November 2025, sementara prosesi kremasi kerajaan akan dilaksanakan setelah masa duka selama satu tahun berakhir.
Ratu Sirikit berpulang dalam usia 93 tahun di King Chulalongkorn Memorial Hospital. Semasa hidupnya, beliau dikenal luas karena dedikasinya terhadap kegiatan sosial, pelestarian budaya Thailand, serta peran pentingnya mendampingi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej selama masa pemerintahan yang panjang.
Pemerintah Thailand menetapkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Ratu Sirikit bagi bangsa dan rakyat Thailand. Seluruh lembaga pemerintahan dan kantor publik diwajibkan mengibarkan bendera setengah tiang, sementara media nasional menyesuaikan siaran dengan nuansa duka.
⸻
🕊️ Pernyataan Resmi Istana:
“Ratu Sirikit telah mengabdikan seluruh hidupnya bagi rakyat dan kebudayaan Thailand. Beliau akan selalu dikenang sebagai simbol kasih, kebijaksanaan, dan pengabdian tanpa pamrih,” demikian pernyataan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand.
#fyp #creatorsearchinsights #tiktok #fyppppppppppppppppppppppp #capcut
Prosesi pemindahan raga mulia Ratu Sirikit merupakan momen bersejarah dan penuh makna bagi bangsa Thailand. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Suri yang telah banyak berkontribusi dalam pelestarian budaya dan kesejahteraan sosial, prosesi ini memperlihatkan kekompakan masyarakat serta penghormatan mendalam terhadap tradisi kerajaan Thailand. Rute sepanjang 10 kilometer menuju Grand Palace tidak hanya menjadi jalur transportasi tetapi juga tempat berjuta harapan dan doa rakyat yang hadir. Mengenakan pakaian bernuansa hitam-putih, simbol duka cita, masyarakat tidak hanya berdiri sebagai saksi bisu tapi turut melantunkan doa dan penghormatan yang khidmat. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan rasa hormat yang sangat kental dalam budaya Thailand. Setibanya raga mulia di Dusit Maha Prasat Throne Hall, tempat ini berubah menjadi ruang suci untuk persemayaman selama masa duka nasional. Kebijakan membuka kesempatan bagi masyarakat umum memberikan penghormatan mulai 9 November 2025 menunjukkan keterbukaan istana untuk melibatkan seluruh lapisan warga dalam momen penting tersebut. Ini juga memperkuat ikatan emosional antara keluarga kerajaan dan rakyatnya. Ratu Sirikit dikenal sebagai sosok yang bukan hanya berperan sebagai pendamping Raja Bhumibol Adulyadej, tetapi juga ikon pelestari budaya dan pejuang kegiatan sosial. Pengaruhnya besar dalam memperkaya budaya Thailand dan mendukung kesejahteraan rakyat, yang kemudian mendapat penghormatan nasional melalui masa berkabung dan berbagai tata cara berkabung resmi. Peran pemerintah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang dan penyesuaian siaran media nasional menegaskan betapa pentingnya menjaga rasa hormat dan mengingat jasa Ratu Sirikit. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi generasi masa kini dan mendatang akan nilai-nilai kasih, kebijaksanaan, dan pengabdian tanpa pamrih yang diwariskan oleh sang Ibu Suri. Momen prosesi ini juga menjadi refleksi bagi dunia tentang bagaimana negara dan masyarakat dapat bersatu dalam mengenang figur penting, menunjukkan kedalaman tradisi yang tetap relevan dalam era modern. Dengan semangat dan kebersamaan ini, Thailand mengabadikan warisan Ratu Sirikit dengan penuh hormat dan ketulusan.



































