Merendahlah
Dalam pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa sikap merendah bukan hanya soal norma sosial, tetapi juga kunci penting untuk menjaga hati dan hubungan baik dengan orang lain serta Sang Pencipta. Pernah suatu saat saya mengalami kegagalan besar yang membuat saya merasa rendah diri, namun justru dari situlah muncul pelajaran berharga bahwa kesombongan hanya membawa kehancuran, seperti kisah Qorun yang tenggelam karena keserakahannya. Sikap rendah hati membuat saya lebih mudah menerima kritik dan belajar dari kesalahan. Saya juga menemukan bahwa dengan merendah, orang lain lebih mudah menerima dan menghargai saya. Ini sejalan dengan nasihat dalam ajaran agama yang mengatakan siapa yang merendah, maka ia akan ditinggikan oleh Allah. Kisah Fir'aun yang mencoba mengejar nabi dan akhirnya tenggelam juga menjadi pengingat keras tentang akibat buruk dari kesombongan dan keangkuhan. Dari sini, saya belajar bahwa kekayaan dan kedudukan bukan untuk dijadikan alasan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk menjadi lebih bersyukur dan berbagi kepada sesama. Terus menerapkan prinsip merendah ini dalam kehidupan sehari-hari, saya merasakan perubahan positif, baik dari segi rohani maupun hubungan sosial. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai diri sehingga membuat kita lupa akan Tuhan dan sesama. Merendah bukan berarti merendahkan diri, tapi justru menunjukkan kebesaran jiwa yang mampu mengakui kekurangan dan selalu berusaha menjadi lebih baik.
































Padahal saya ini pengagum Ustad tpi tega pada orang seperti saya sangat membutuh pertolongan saya 2 kali dapat hadiah tpi pengangtipan biaya bank 2 kali di ambil semua .saya bukan didikan beragama tpi takut akan DOSA jangan ngomongi Fir'on 🙏🙏🙏