Jangan Mengira Orang Yg Suka Posting
Dalam pengalaman saya pribadi, sering menemui orang-orang yang aktif membagikan konten dakwah di media sosial. Awalnya, saya juga sempat mengira bahwa mereka adalah sosok yang sangat saleh atau memiliki keimanan luar biasa. Namun seiring waktu, saya memahami bahwa aktivitas posting dakwah tersebut bisa jadi merupakan cara mereka untuk mengingatkan diri sendiri agar tidak jauh dari Allah. Sering sekali kita lupa bahwa dakwah tidak hanya diperuntukkan bagi orang lain, tetapi juga sebagai bentuk muhasabah pribadi. Di beberapa kesempatan, saya merasa justru melalui konten yang saya bagikan, saya diingatkan kembali tentang pentingnya kebaikan dan mendekatkan diri kepada-Nya. Sehingga tidak heran jika seseorang yang memposting dakwah bukan semata-mata ingin pamer kebaikan, tapi ia tengah berjuang memperbaiki diri dan membagi inspirasi bagi sesama. Ada pula istilah 'fyp dakwah' yang menunjuk pada fenomena di mana postingan dakwah muncul di halaman utama atau feed orang lain tanpa disengaja. Ini bisa menjadi pengingat tersendiri bahwa keberkahan dakwah bisa sampai ke banyak orang walaupun pembuatnya pun masih terus belajar dan berproses dalam agama. Saya juga mengamati bahwa saling mengingatkan antar sesama merupakan tugas bersama. Kita harus bijak dalam memaknai setiap postingan dakwah yang kita lihat, tidak langsung menilai baik atau buruk, melainkan mencoba menangkap makna mendalam di baliknya. Kadang, postingan tersebut juga pesan supaya kita tidak memaksakan kehendak dalam berdakwah, melainkan tetap mengedepankan kasih sayang dan keikhlasan. Dengan demikian, mari kita hargai setiap usaha dakwah, tanpa menghakimi niat atau kesalehannya. Bisa jadi, dengan posting dakwah, seseorang tengah mendekatkan diri kepada Allah dan mengajak kita semua untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.























