2/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah bekerja dengan klien yang mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD), saya menyadari sendiri bagaimana gangguan ini tidak hanya memengaruhi pola pikir dan perilaku sosial mereka, tetapi juga aspek kesehatan fisik seperti tidur. Kondisi hypervigilance yang disebutkan merupakan respons otomatis tubuh yang membuat penderita selalu waspada dan sulit merasa aman—terutama di malam hari. Saya pernah mendampingi seorang klien yang mengeluhkan sulit tidur nyenyak. Faktanya, dia sering terbangun berkali-kali di tengah malam karena otaknya terus memproses ancaman yang dirasakannya, meskipun secara nyata tidak ada bahaya. Ini tentu sangat melelahkan dan berdampak buruk bagi kualitas hidupnya, memperburuk kecemasan dan stres yang sudah ada. Hypervigilance sendiri biasa ditemui pada mereka yang mengalami gangguan kecemasan atau PTSD, dan pada penderita NPD yang merasa setiap saat harus mempertahankan citra besarnya agar tidak dihancurkan oleh lingkungan sekitar. Keadaan ini menyebabkan meningkatnya ketegangan mental yang signifikan. Dari pengalaman tersebut, saya sarankan bagi pasien NPD yang mengalami gangguan tidur untuk mencoba terapi relaksasi dan teknik pengelolaan stres, seperti meditasi atau latihan pernapasan, yang bisa membantu menurunkan tingkat kewaspadaan otak sebelum tidur. Selain itu, dukungan profesional dari psikolog atau psikiater sangat penting agar penyebab mendasar bisa diatasi dengan tepat. Pemahaman tentang fenomena ini juga penting agar lingkungan sekitar bisa lebih empati dan memberikan dukungan positif, tanpa memperburuk kondisi dengan sikap yang tidak sensitif. Memang, NPD adalah gangguan yang kompleks, tapi dengan perawatan dan pendekatan yang tepat, penderita dapat menjalani hidup lebih seimbang dan sehat.