Pengalaman teman yang merupakan ODHIV ini membuka mata saya tentang betapa masih jauhnya diskriminasi yang dihadapi oleh orang dengan HIV/AIDS terutama dalam dunia kerja. Dia yang sudah berpengalaman sebagai ahli komunikasi dan marketing ditolak hanya karena status HIV-nya, padahal secara kemampuan dan kompetensi tidak diragukan. Kejadian ini menggugah saya untuk lebih memahami bagaimana stigma dan ketidaktahuan tentang HIV masih melekat kuat di masyarakat dan dunia korporat. Sebagai ODHIV, memang ada rasa takut besar saat harus mengaku positif HIV kepada orang lain, terutama ketika melamar pekerjaan. Ketakutan ini beralasan karena potensi diskriminasi yang nyata seperti yang dialami oleh teman saya. Bahkan ketika sudah menjalani terapi ARV rutin dan memastikan viral load tidak terdeteksi (undetectable), stigma negatif tetap membayangi. Saya juga belajar bahwa penularan HIV melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berbicara sangat tidak mungkin terjadi. Penularan hanya bisa terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, transfusi darah, ibu ke anak saat kehamilan atau persalinan. Oleh karena itu, perusahaan seharusnya tidak mendiskriminasi ODHIV yang bekerja dalam posisi yang tidak berisiko menularkan HIV. Pengalaman ini memperkuat pentingnya edukasi yang lebih luas tentang HIV dalam masyarakat umum dan lingkungan kerja. Jika HRD dan pimpinan perusahaan paham benar bagaimana HIV bekerja dan pencegahannya, mereka bisa menjadi agen perubahan yang membantu memberantas diskriminasi dan mendorong inklusi ODHIV di dunia kerja. Saya berharap setiap ODHIV dapat memperoleh perlakuan adil dan kesempatan yang sama, sehingga hidup mereka lebih bermakna bersama keluarga dan masyarakat. Bagi teman-teman yang berhadapan dengan situasi serupa, sangat penting untuk tidak menyerah dan terus berjuang serta mencari dukungan. Memiliki komunitas yang memahami dan mendukung adalah kekuatan besar dalam menghadapi tantangan diskriminasi ini. Serta, hal utama adalah menjaga kesehatan dan konsistensi konsumsi obat ARV agar tetap sehat dan produktif di dunia kerja.
2/17 Diedit ke

makasih dok infonya🥰