5/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi mengajarkan saya bahwa memberi label NPD (Narsistik Personality Disorder) pada seseorang bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. Bahkan jika kita menyukai orang tersebut, tanpa kedekatan yang cukup dan pemahaman yang mendalam, kita sebaiknya menghindari membuat asumsi tentang kondisi psikologisnya. Dalam praktik klinis, seorang dokter atau psikiater harus melihat keseluruhan pola perilaku dan memenuhi beberapa kriteria diagnosa sebelum menyatakan seseorang mengidap NPD. Tidak cukup hanya dengan menilai satu tindakan atau satu sifat yang terlihat seperti narsistik. Misalnya, dalam diskusi terkait figur publik seperti Ahmad Dhani, banyak orang yang mudah menyimpulkan bahwa dia memiliki NPD hanya karena beberapa perilaku atau pernyataannya. Namun, diagnosis resmi harus berdasarkan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan banyak aspek, bukan sekadar mengaitkan beberapa peristiwa yang mirip. Selain itu, sering terjadi kesalahan dalam menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya untuk mendukung asumsi NPD tanpa dasar ilmiah yang kuat. Saya sendiri pernah menyaksikan bagaimana diskusi informal tentang NPD bisa menjadi misleading jika tidak didasari pengetahuan yang tepat. Oleh karena itu, mari kita jadikan pembelajaran bahwa memahami kondisi seperti NPD memerlukan pendekatan profesional dan empati, bukan sekadar penilaian dangkal atau berdasarkan opini pribadi. Dengan cara ini, kita bisa menghindari stigma yang tidak perlu dan lebih bertanggung jawab dalam berbagi informasi di media sosial maupun kehidupan sehari-hari.