Mundur wirrrrrr!
Kalau kalian melihat sisi manipulatif dari dirinya, suka gaslight, komunikasinya nggak bagus, suka ghosting/ngilang, selalu mementingkan dirinya sendiri, ego setinggi harapan orang tua, emosional yang berlebihan seperti teriak atau memukul, atau sering memberikan ancaman-ancaman‼️
#selflove #womansupportwoman #videoedukasi #fyp #foryourpage
Dalam pengalaman saya, mengenali karakter asli seseorang memang memerlukan waktu dan kesabaran yang tidak sedikit. Banyak dari kita sering terbawa suasana untuk cepat memberikan hati dan kepercayaan pada seseorang yang baru kita kenal. Namun, sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel medium yang dikutip, masa 4-6 bulan pertama—atau yang sering disebut sebagai "honeymoon phase"—adalah periode di mana seseorang biasanya akan menampilkan sisi terbaiknya. Setelahnya, perilaku asli akan mulai terlihat. Saat menjalani hubungan, penting untuk mengamati konsistensi sikap dan perilaku calon pasangan. Misalnya, jika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda gaslighting, yaitu membuat kita meragukan realitas atau perasaan kita sendiri, ini adalah alarm merah. Begitu pula jika ada pola ghosting atau menghilang tanpa penjelasan, atau sikap manipulatif seperti mementingkan diri sendiri dan sering mengancam, ini bisa sangat merugikan secara emosional. Saya juga pernah melihat bagaimana emotional abuse, seperti teriak-teriak atau bahkan memukul, dapat merusak kepercayaan dan kesejahteraan psikologis seseorang. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menjaga jarak ketika tanda-tanda ini muncul. Anda pantas mendapatkan hubungan yang sehat dan saling mendukung. Saran saya bagi para perempuan adalah untuk selektif dalam memberi cinta dan perhatian. Jangan terburu-buru membuka hati pada "love bombing"—fenomena di mana seseorang memberikan perhatian dan kasih sayang berlebihan di awal hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tunggu dan lihat apakah cinta dan perhatian tersebut berkelanjutan dan nyata, bukan hanya sekadar kesan awal. Selain itu, jika dalam 4-6 bulan tidak ada pengenalan dengan keluarga atau teman dekat, ada baiknya mulai mempertanyakan keseriusan hubungan tersebut. Orang yang benar-benar serius biasanya ingin menunjukkan pasangannya pada lingkungan terdekatnya. Yang terpenting, cintailah diri sendiri dan hormati perasaan Anda. Jangan takut untuk mengatakan "mundur" jika Anda merasa hubungan tersebut membawa lebih banyak luka daripada kebahagiaan. Self-love dan dukungan dari sesama perempuan (#selflove #womansupportwoman) sangat penting agar kita bisa memilih pasangan yang benar-benar layak dan penuh rasa hormat. Demikian pengalaman yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang sedang mencari atau menjalani hubungan agar bisa terhindar dari toxic relationship yang merugikan.









































