Di IGD ada yang namanya TRIAGE, yaitu proses memilah pasien berdasarkan tingkat kegawatan, bukan urutan kedatangan.
Jadi jika ada pasien yang datang setelah Anda tetapi masuk lebih dulu, bisa jadi kondisinya lebih mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan segera.
Tujuan IGD bukan membuat semua orang menunggu dengan waktu yang sama, tetapi memastikan pasien yang paling kritis mendapat penanganan terlebih dahulu.
Datang duluan belum tentu dilayani duluan. Di dunia medis, yang paling gawat adalah yang paling diprioritaskan.
Pengalaman pribadi saya berkunjung ke IGD memperkuat pemahaman tentang pentingnya sistem triage. Saat saya melihat sendiri seorang pasien yang datang belakangan justru didahulukan, saya sempat merasa bingung. Namun, setelah mendapat penjelasan dari tenaga medis, saya mengerti bahwa prioritas diberikan kepada pasien dengan kondisi paling mengancam nyawa, bukan siapa yang tiba lebih dulu. Hal ini sejalan dengan sistem IGD di berbagai negara, contohnya NHS di Inggris yang juga menerapkan triage berdasarkan warna kategori: merah untuk kondisi darurat kritis, kuning untuk kondisi serius tapi tidak secepat merah, dan hijau untuk kondisi yang tidak darurat. Ini membantu mengelola sumber daya medis secara efisien sehingga pasien yang paling membutuhkan segera mendapat perawatan. Selain itu, saya juga menyadari pentingnya kesabaran dan pemahaman sebagai pasien atau keluarga pasien. Meskipun menunggu lama memang melelahkan, memahami sistem triage membuat saya lebih tenang dan percaya bahwa setiap pasien tetap mendapat perhatian sesuai kebutuhannya. Sistem triage ini juga melibatkan asesmen langsung dari dokter IGD yang berpengalaman dalam menentukan tingkat kegawatan. Ini menekankan bahwa kecepatan pelayanan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan IGD, melainkan ketepatan penanganan bagi pasien yang benar-benar dalam kondisi mengancam nyawa. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang menggunakan layanan fasilitas kesehatan, penting bagi kita untuk memahami cara kerja sistem ini agar tidak salah paham ketika menghadapi situasi IGD. Ini juga menjadi bagian dari sikap dewasa dan cerdas saat berhadapan dengan kondisi medis darurat.
