Kalo kalian benar berapa?!
Sebagai seseorang yang pernah tinggal di Jakarta, saya sangat tertarik dengan cara unik masyarakat Betawi menyebut berbagai penyakit. Penggunaan istilah seperti 'sakit ampek' untuk campak atau 'sakit flek' yang merujuk pada tuberculosis (TB) memberikan warna tersendiri dalam budaya kesehatan lokal. Pengalaman saya, memahami istilah-istilah ini sangat membantu ketika berdiskusi dengan orang tua atau tetangga di lingkungan Betawi. Selain istilah yang menarik, penting juga untuk mengenali gejala umum yang sering muncul pada penyakit-penyakit tersebut. Misalnya, campak yang disebabkan virus dari keluarga Paramyxovirus biasanya ditandai dengan batuk, pilek, dan ruam merah pada kulit. Begitu pula gondongan atau parotitis yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada kelenjar ludah terutama di sekitar rahang. Saya sendiri pernah mengalami demam dan pembengkakan leher yang cukup mengganggu, dan setelah pemeriksaan dokter, ternyata itu adalah gondongan. Tuberculosis yang disebut 'sakit flek' dalam bahasa Betawi juga patut jadi perhatian. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama karena penularannya yang via udara dan gejala yang bisa terlihat seperti batuk lama, penurunan berat badan, dan kelelahan. Selain penyakit tersebut, istilah 'bengek' yang sering digunakan untuk menggambarkan sesak napas atau asma juga cukup umum. Saat mengalami asma, saya merasakan napas sangat berat dan butuh penanganan segera agar tidak memburuk. Mengenali istilah-istilah ini membantu kita lebih peka dan cepat tanggap ketika seseorang di sekitar kita sakit. Dari pengalaman keluarga dan lingkungan saya di Jakarta, menjaga pola makan seimbang serta mengenal tanda-tanda awal penyakit sangat penting. Konsumsi makanan bergizi seperti beras merah yang mengandung vitamin B1 bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk menghindari berbagai penyakit, termasuk sakit peyak yang sering disebut dalam percakapan sehari-hari. Mengetahui bahasa tubuh dan istilah lokal juga membantu dalam komunikasi dengan tenaga medis dan tetangga, sehingga penanganan penyakit bisa dilakukan lebih cepat. Semoga pengenalan istilah-istilah kesehatan dalam bahasa Betawi ini dapat menjadi tambahan pengetahuan dan membantu kita berkomunikasi lebih baik dalam urusan kesehatan sehari-hari.





























