Secara medis, hampir semua benda asing yang masuk ke dalam tenggorokan, termasuk gigi itu akan berakhir di dalam saluran pencernaan dan terbuang bersama dengan kotoran.
Tapi yang buat ini menjadi berbahaya adalah apabila benda asing yang tertelan mengalami ‘salah jalur’ dengan mengarah masuk ke saluran pernapasan bernama tracheobronchial tree.
Jika gigi tertelan masuk ke saluran ini, maka dapat menyebabkan kondisi darurat medis yang mengganggu pernapasan. Selama masuk jalurnya benar, ga ada masalah..
Yang perlu dilakukan adalah kita konsumsi makanan yang berserat tinggi seperti buah pepaya, alpokat dan sayur2an agar pencernaan makin lancar dan gigi dapat keluar dengan segera.
Aku juga sempat bingung soal cara mengeluarkan gigi yang tertelan, soalnya rasanya serem banget kalau kebayang gigi nyangkut di dalam. Setelah diskusi dengan dokter, ternyata kuncinya adalah memahami dulu jalurnya ke mana. Kalau gigi tertelan lewat jalur yang benar, yaitu masuk ke kerongkongan (esofagus) lalu ke lambung, biasanya dia akan ikut ‘travels down’ bersama makanan. Di lambung, ada asam lambung dan cairan pencernaan yang akan membantu menghancurkan makanan. Memang gigi itu keras, jadi tidak ikut hancur, tapi dia akan ikut terdorong bersama ampas makanan ke usus sampai akhirnya keluar bersama kotoran. Yang perlu kita lakukan di kondisi ini biasanya bukan “mengeluarkan” secara paksa, tapi membantu pencernaan supaya lancar. Caranya dengan makan makanan tinggi serat seperti pepaya, alpukat, sayur-sayuran hijau, minum air putih cukup, dan hindari menahan BAB. Biasanya dalam beberapa hari gigi akan keluar sendiri bersama feses tanpa kita sadari. Yang berbahaya adalah kalau gigi atau benda asing tadi salah jalur masuk ke saluran napas, yaitu ke trakea dan cabang-cabangnya (tracheobronchial tree). Ini sudah bukan lagi soal menunggu keluar lewat kotoran, tapi termasuk kondisi darurat medis. Tanda-tandanya bisa berupa batuk hebat tiba-tiba, sesak napas, napas bunyi mengi, nyeri dada, atau terasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan setiap tarik napas. Kalau sampai napas mulai sulit atau wajah terlihat kebiruan, itu wajib segera ke IGD. Jadi, kalau gigi tertelan tapi kamu masih bisa bernapas normal, tidak batuk terus-terusan, dan hanya merasa kaget atau takut, kemungkinan besar gigi masuk ke saluran pencernaan, bukan ke saluran pernapasan. Dalam kasus seperti ini, dokter gigi atau dokter umum biasanya akan menyarankan observasi. Kadang-kadang, bila dirasa perlu atau benda yang tertelan cukup besar/tajam, dokter bisa menyarankan rontgen untuk memastikan posisinya. Yang sering ditanyakan juga: perlu nggak sih minum obat khusus? Dari pengalaman dan penjelasan dokter, umumnya tidak ada obat khusus untuk “meluruhkan” gigi yang tertelan. Fokusnya lebih ke menjaga agar BAB lancar dan memantau apakah ada keluhan: nyeri perut hebat, BAB berdarah, mual muntah terus-menerus, atau demam. Kalau ada gejala-gejala ini, segera periksa ke dokter karena bisa menandakan iritasi atau sumbatan di saluran cerna. Intinya, cara mengeluarkan gigi yang tertelan itu bukan dengan memaksa muntah atau memasukkan tangan ke tenggorokan, karena justru bisa bikin luka atau malah mendorong gigi ke jalur yang salah. Tenangkan diri dulu, perhatikan apakah ada tanda bahaya pada pernapasan, lalu bantu pencernaan dengan pola makan tinggi serat. Kalau masih ragu, lebih baik konsultasi langsung ke dokter supaya dapat penilaian yang lebih pasti dan kamu juga lebih tenang.