Bahayanya apa sih apabila sisa akar gigi tetap ada di rongga mulut? Bisa terjadi abses gigi, sampai bengkak wajah, nyeri hebat mendadak, bau mulut, Infeksi menyebar ke tulang rahang, ke sinus hingga ke leher.
Jadi solusinya bisa dilakukan pencabutan sisa akar atau perawatan saluran akar dan evaluasi dari rontgen foto gigi untuk melihat kondisi tulang & infeksinya.
Pengalaman saya menunjukkan bahwa meskipun sisa akar gigi tidak menimbulkan rasa sakit karena saraf sudah mati (nekrosis pulpa totalis), tidak lantas membuat kondisi tersebut aman. Infeksi di sisa akar dapat berkembang menjadi abses yang menyebabkan pembengkakan parah dan nyeri hebat secara tiba-tiba. Pada kasus saya, infeksi bahkan menyebar hingga ke tulang rahang dan sinus, sehingga saya harus menjalani operasi dan perawatan intensif. Rontgen foto gigi sangat penting dilakukan untuk memastikan kondisi tulang dan adanya infeksi yang tersembunyi di sekitar akar gigi. Dari hasil rontgen inilah dokter dapat menentukan apakah pencabutan sisa akar atau perawatan saluran akar yang lebih tepat. Perawatan saluran akar dilakukan apabila akar gigi masih bisa diselamatkan, sedangkan pencabutan diperlukan jika infeksi sudah parah dan akar tidak bisa diperbaiki. Selain itu, menjaga kebersihan mulut secara rutin sangat krusial untuk mencegah infeksi dan komplikasi. Menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan rutin ke dokter gigi dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini. Jika Anda mengalami bau mulut tidak sedap, pembengkakan, atau nyeri mendadak di area gigi yang pernah diobati atau dicabut, segera konsultasi ke dokter gigi untuk penanganan cepat. Saya juga menyarankan agar tidak menunda perawatan sisa akar gigi, karena infeksi yang dibiarkan dapat menyebabkan penyebaran ke jaringan sekitar seperti leher, yang sangat berbahaya. Pengalaman pribadi saya mengajarkan pentingnya respons cepat terhadap tanda-tanda masalah gigi agar menghindari risiko komplikasi serius dan menjaga kesehatan mulut secara optimal.