“tongue splitting” atau pembelahan lidah menjadi dua bagian, ini masuk kategori modifikasi tubuh ekstrem yang memotong bagian tengah lidah dari ujung ke arah belakang. Dokter Gigi Satria Surabaya
Tongue splitting memang tergolong modifikasi tubuh ekstrem yang semakin populer bagi sebagian orang yang ingin tampil beda atau mengekspresikan diri secara unik. Dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber yang saya baca, proses pemulihan tongue splitting cukup menantang, terutama pada hari-hari pertama. Setelah prosedur, saya merasakan pembengkakan sangat parah hingga mencapai tingkat 10/10 pada hari pertama dan kedua. Tidak terasa sakit di lidah langsung, tapi justru di sekitar rahang, telinga, dan tonsil yang cukup mengganggu. Kondisi ini membuat saya sulit menelan bahkan air dan meminum obat pereda nyeri. Selain itu, drooling terjadi cukup banyak akibat lidah belum bisa dikontrol dengan baik. Pada hari ketiga, pembengkakan mulai berkurang dan rasa sakit hampir hilang sama sekali. Ini momen di mana aktivitas mulai bisa dilanjutkan secara bertahap, dan konsumsi makanan sudah mulai normal walaupun bicara masih agak terganggu. Saya juga melepas jahitan pada hari kelima, setelah itu rasa tidak nyaman semakin berkurang dan fungsi lidah mulai pulih. Dalam praktik medis, penting dipahami bahwa tiap prosedur pada jaringan lunak seperti lidah membawa risiko infeksi, gangguan bicara, hingga masalah saraf dan fungsi pengecapan. Setelah luka menutup sempurna biasanya sudah aman dari infeksi, namun tetap perlu perawatan khusus untuk mencegah komplikasi. Modifikasi ini menghasilkan lidah bercabang yang memungkinkan bagian kiri dan kanan bergerak mandiri, mirip seperti lidah ular atau kadal. Estetika menjadi alasan utama banyak orang mencoba, tapi sebaiknya konsultasi dengan tenaga medis profesional seperti dokter gigi atau ahli bedah sebelum memutuskan untuk melakukannya, agar risiko bisa diminimalkan. Dari pengalaman saya, memastikan kebersihan mulut sangatlah vital selama masa penyembuhan. Menghindari makanan keras dan pedas membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Selalu ikuti anjuran dokter tentang pemakaian obat dan menjaga area luka agar tidak terinfeksi. Kesimpulannya, tongue splitting bukan hanya soal penampilan tetapi juga soal kesiapan mental menghadapi proses pemulihan yang tidak mudah. Pastikan memahami risiko dan langkah perawatan agar hasilnya maksimal dan tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.














































aneh2 aja ...ga bersyukur dgn ciptaan tuhan yg indah