Pelan-pelan saja.
Kadang rasa cukup datang setelah kita berhenti membandingkan.😊
Sebagai seseorang yang semakin bertambah usia, saya mulai menyadari bahwa tidak semua perasaan harus diungkapkan atau dibagikan kepada orang lain. Terkadang, membiarkan perasaan itu sendiri menyimpan ruang untuk refleksi pribadi dapat membawa ketenangan yang tidak terduga. Dalam perjalanan hidup saya, saya merasakan bahwa berhenti membandingkan diri dengan orang lain membawa kebebasan tersendiri. Ketika kita terus membandingkan, seolah-olah kita tidak pernah cukup, tidak pernah puas. Namun, saat saya mulai menerima diri apa adanya dan mengurangi perbandingan, rasa cukup mulai muncul secara alami. Hal ini bukan berarti kita berhenti bercita-cita atau berkembang, melainkan lebih kepada belajar menghargai setiap proses tanpa tekanan eksternal yang tidak perlu. Saya juga menemukan bahwa dengan tidak menceritakan semua perasaan dan pikiran saya kepada publik, saya dapat menjaga kedamaian batin dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting bagi saya. Terkadang, diam adalah bahasa dari kedewasaan dan kebijaksanaan. Melalui pengalaman ini, saya ingin mengajak siapa saja yang merasa gelisah atau lelah karena perbandingan sosial, untuk pelan-pelan berhenti dan memberi ruang bagi diri sendiri. Biarkan rasa cukup datang dengan sendirinya ketika kita sudah tidak terjebak dalam persaingan tak berujung. Hidup menjadi lebih ringan dan bahagia ketika kita belajar menerima dan mencintai diri sendiri tanpa syarat.
