aku ibu 2 toddler, yang pertama usia 33 bulan dan yang kedua usia 12 bulan
kedua anakku mendapatkan MBG lewat posyandu
hihihi,,, aku pribadi sebagai seorang ibu muda gen peralihan akhir milenial - awal gen z kadang males banget masak 😩🙏🏻
karena tenaga udah abis ngeladenin toddler dan kerjaan rumah, ditambah freelance juga.
kadang aku juga bingung banget ini anak anak dikasih makan apa ya (bukan karena aku gak bisa masak, tapi karena aku bingung perkara gizi mereka)
tapi semenjak ada MBG, aku jadi belajar berbagai macam menu yang ternyata simpel tapi memenuhi kebutuhan gizi anak-anak
bonusnya anakku jadi gembul karena sekarang jam makannya teratur 🤣
dan gong nya lagi ibunya (aku) jadi pinter juga 🤣
anak kenyang ibu tenang karena udah tau takaran gizi anaknya (gak harus repot CO produk produk yang klaimnya gemukin badan anak itu lagi) karena ternyata real food jauh lebih baik
kalo menurut kalian MBG itu baik atau kurang baik?
... Baca selengkapnyaSebagai seorang ibu yang aktif dan memiliki dua toddler, saya memahami betul tantangan dalam menyediakan makanan bergizi yang praktis dan sesuai kebutuhan anak. MBG (Makanan Bergizi) yang diberikan di posyandu ternyata menjadi solusi cerdas dan mudah bagi banyak ibu muda seperti saya.
MBG tidak hanya membantu memudahkan menu harian dengan pilihan makanan yang simpel tapi kaya nutrisi, tapi juga memberikan edukasi gizi yang penting agar asupan anak tetap seimbang. Dengan adanya jadwal makan yang teratur, anak-anak pun bisa tumbuh dengan baik dan berat badan ideal tanpa harus bergantung pada suplemen atau produk yang klaimnya dapat menambah berat badan secara instan.
Real food alias makanan asli dengan kandungan gizi lengkap jauh lebih menyehatkan dan aman untuk anak, terutama dalam fase pertumbuhan kritis seperti toddler. Selain itu, belajar mengatur takaran porsi makanan juga memberikan ketenangan bagi ibu karena mengetahui bahwa kebutuhan gizi anak telah terpenuhi dengan baik.
Dari pengalaman pribadi, MBG juga mengajarkan tentang variasi menu yang bisa dibuat cepat tapi tetap bergizi, sehingga mengurangi rasa malas masak sekaligus meningkatkan kreativitas dalam memasak. Ini sangat membantu untuk ibu muda yang memiliki aktivitas padat seperti kerja rumah, mengurus anak, dan pekerjaan freelance.
Tidak hanya anak yang diuntungkan, ibu pun jadi lebih pinter dalam mengelola pola makan keluarga dan memahami pentingnya makanan bergizi seimbang. Dengan adanya komunitas dan edukasi di posyandu, MBG ini menjadi jembatan yang memperkuat peran ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Jadi, bagi para ibu yang masih bingung soal menu anak atau merasa terbebani dengan tugas memasak, MBG lewat posyandu adalah alternatif yang patut dicoba. Selain praktis dan ekonomis, MBG juga membawa banyak manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh ibu dan anak. Bagaimana menurut Anda? Apakah MBG juga membantu di keluarga Anda?