PEKANBARU,DURIPOS.COM — Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo bersama Forkopimda Provinsi Riau meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lingkungan Air Kuning, Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Kamis (20/8/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memperkuat penanganan Karhutla di lapangan.
Rombongan Forkopimda Provinsi Riau yang terdiri dari Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, Kalaksa BPBD Provinsi Riau Zulfan, serta Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa tiba di Lapangan Bola Desa Banjar Panjang sekitar pukul 11.00 WIB.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergerak menuju kawasan Air Kuning yang menjadi titik Karhutla. Sekitar pukul 11.45 WIB, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Forkopimda turun langsung melihat kondisi kebakaran sekaligus memantau proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan Karlahut Polres Pelalawan bersama unsur terkait.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan kondisi yang dihadapi petugas. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan sumber daya dari berbagai unsur.
Di tingkat Kabupaten Pelalawan, rombongan didampingi Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, Camat Kerumutan Rusdiyanto, Danramil 15/KK Lettu Inf Febby S. Harahap, serta Kapolsek Kerumutan Iptu Budi Santoso.
Setelah meninjau lokasi dan memantau langsung proses pemadaman, rombongan kembali ke Pekanbaru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Peninjauan langsung ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi Karhutla, terutama melalui respons cepat, koordinasi terpadu, serta penguatan upaya pemadaman di lapangan (pendam19)
Pengalaman langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memberikan gambaran nyata betapa pentingnya sinergi dan koordinasi antar instansi dalam mengatasi bencana ini. Seperti yang saya ketahui, kebakaran hutan dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, terlihat bagaimana keterlibatan Forkopimda Provinsi Riau, termasuk Pangdam, Kapolda, dan BPBD, menegaskan betapa krusialnya kolaborasi lintas sektor. Pemanfaatan personel gabungan, sumber daya, serta pemantauan langsung di lapangan adalah strategi efektif dalam mempercepat penanganan Karhutla. Dari pengalaman pribadi saya, respon cepat dan dukungan logistik yang terkoordinasi sangat menentukan keberhasilan pemadaman dan mengurangi kerusakan akibat kebakaran. Selain itu, kehadiran aparat keamanan seperti Brimob dan Polres lokal turut mengamankan dan membantu proses pengendalian api. Sinergi ini juga termasuk dukungan dari pemerintah daerah setempat, seperti Bupati dan Camat, yang berperan penting dalam mobilisasi masyarakat dan sumber daya lokal. Peninjauan langsung ini juga menjadi momentum untuk evaluasi upaya yang sudah berjalan dan memperbaiki strategi bila diperlukan. Hal ini penting karena kondisi lapangan dapat berubah dengan cepat, dan ketersediaan informasi real-time membantu pengambilan keputusan yang tepat. Dari sisi masyarakat, kampanye pencegahan, pemahaman tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar, serta keterlibatan aktif warga sangat diperlukan. Saya menyarankan agar edukasi kebakaran hutan diperkuat melalui berbagai media dan pelatihan agar komunitas lebih sadar dan siap menghadapi risiko Karhutla. Dengan pengalaman ini, saya yakin penanganan Karhutla di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Pelalawan, dapat semakin efektif dan terkoordinasi sehingga kerugian lingkungan dan sosial bisa diminimalkan.













































