Waktu pertama kali dengar kajian tentang hisab suami istri di hadapan Allah, aku cukup kaget. Selama ini aku pikir, yang penting rumah tangga rukun dan ekonomi cukup. Ternyata, setiap peran kita sebagai suami atau istri akan dimintai pertanggungjawaban secara detail. Buat para suami, hisab seorang suami bukan cuma soal sudah menikah dan bekerja. Allah akan tanya: apakah nafkah yang diberikan itu halal? Bukan dari hasil korupsi, menipu, atau pekerjaan yang melalaikan kewajiban shalat. Banyak yang merasa "yang penting bawa uang pulang", padahal barokahnya nafkah itu yang menentukan ketenangan rumah tangga. Nafkah halal, meski sedikit, biasanya jauh lebih menenteramkan. Suami juga akan dimintai pertanggungjawaban soal kepemimpinan. Bukan berarti galak dan keras, tapi memimpin dengan kasih, adil, dan bijaksana. Misalnya, berusaha adil dalam membagi waktu antara pekerjaan, istri, dan anak-anak. Mengajak keluarga shalat berjamaah, mengingatkan dalam kebaikan, dan menjauhkan dari hal-hal yang diharamkan. Rumah tangga sakinah itu lahir ketika suami serius menjaga amanah, bukan sekadar status kepala keluarga. Akhlak suami kepada istri dan anak juga akan dihisab. Cara berbicara, cara menegur, apakah sering merendahkan atau justru menguatkan. Kadang suami merasa cukup dengan memberi nafkah, padahal istri dan anak juga butuh kelembutan dan perhatian. Ucapan "terima kasih" atau "maaf" mungkin terlihat sepele, tapi itu bisa jadi saksi di hadapan Allah nanti. Untuk para istri, hisab istri juga tidak ringan. Istri akan ditanya apakah ia taat kepada suami dalam kebaikan. Artinya, selama suami mengajak pada hal yang halal dan baik, usahakan untuk patuh, menghormati, dan tidak meremehkan. Menjaga hati, lisan, dan kehormatan suami juga penting. Misalnya, tidak membongkar aib suami di media sosial, tidak mengumpat di belakangnya, dan menjaga diri dari godaan orang lain. Rumah tangga sakinah itu lahir ketika istri ikhlas merawat rumah dan menjaga ketenangan keluarga. Bukan berarti harus sempurna; capek dan lelah itu wajar, tapi niatkan sebagai ibadah. Mencuci piring, merapikan rumah, menyiapkan makanan, semua bisa jadi amal besar kalau diniatkan mencari ridha Allah. Satu hal yang paling menyentuh buatku adalah kalimat bahwa Allah tidak menilai siapa yang paling menang di dunia, tapi siapa yang paling tulus menjalankan amanahnya. Jadi, bukan tentang siapa yang paling dominan atau paling hebat dalam berdebat, tapi siapa yang paling sabar, paling mau mengalah demi kebaikan, dan paling sungguh-sungguh menjaga rumah tangga sebagai jalan menuju surga. Pada akhirnya, rumah tangga bukan tempat saling menjatuhkan, tapi tempat saling menolong untuk sama-sama selamat dalam hisab nanti. Semoga kita bisa jadi suami atau istri yang lebih berhati-hati, lebih lembut, dan lebih sadar bahwa setiap perkataan dan perbuatan akan kembali dihisab di hadapan Allah.
1 disimpan
6
2025/12/22 Diedit ke
Posting terkait



10 Tanda Allah Sedang Menjaga Hati Kamu ✨️🌸
Kadang-kadang kita ingat bila hidup jadi susah, itu tanda Allah marah pada kita. Padahal tak semestinya. Ada masa, perkara yang buat kita sedih atau susah itulah sebenarnya cara Allah menjaga hati kita. Jom tengok, mungkin ini antara tanda-tandanya. Kalau kamu ada beberapa tanda di atas, jangan
206 suka



6 Tanda Allah Sedang Selamatkan Kau 🌙
Kadang bila Allah “ambil” seseorang atau jauhkan kita dari satu situasi, ia tak berlaku secara dramatik. Ia berlaku secara perlahan, senyap, dan buat kita tertanya-tanya sendiri. Tapi bila perhati balik… sebenarnya banyak sangat petunjuk. 💭 Dan mungkin sekarang kita tak nampak hikmah dia lag
147 suka

Masya Allah,,,,,,,dunia itu semu syurga itu abadi
560 suka



Persalinan Rp0,- Kejutan Dari Allah?
Hai hai LEMONADE PARENTS 🍋 Aku ingin berbagi #KisahIbu yang mana ini adalah pengalamanku sendiri.. Btw, Aku adalah ibu dari dua orang anak laki-laki yang menurutku, keduanya memiliki keistimewaan masing-masing saat proses kelahirannya. Aku menyebutnya "Persalinan Jalur Langit". dan
80 suka
Lihat lainnya