“Sederahana mawon nggeh bu pak, seng penting nek tilem mpun mboten kejatuhan Teter/nonor”
Rumah untuk ibuk & Bapak
“dulu waktu kuliah selalu ngomong harus punya penghasilan biar bisa bantu
Ibuk sama bapak benerin rumah, meskinpun aku belum seperti yang lain , tapi Qadarullah 2023 nabung dan 2024 dikasi rezeki
Sama Allah. desember tahun 2025 ini udah setahun ditempati . Setelah tau biyaya buat rumah nggak cukup 2dg aja , tapi MasyaAllah ,Allah kasih rezeki lebih aku,kakak,ibuk sama bapak .sampai rumah jadi berdiri cuman dalam waktu 3 bulan .
Dari dulu selalu mikir ngga mungkin aku pergi jauh harus ninggal ibuk sama bapak dalam keadaan rumah kayak begini . Alhamdulillah 2023-2024 nabung dan lebaran tahun 2025 udah bisa di tempatin sampai sekarang 😇🙏.
Semoga nanti aku dikasi rezeki lagi ya pak,bu supaya bisa bantu Finishing rumah 😇”
#renovasirumah #orangtua #fyp #masyaallahtabarakkallah #rumah
Dalam proses membangun rumah sederhana untuk orang tua, saya belajar bahwa filosofi satu tungku tiga batu sangat relevan. Filosofi ini mengajarkan tentang keseimbangan dan kerja sama dalam meraih tujuan besar. Seperti saat membangun rumah, dibutuhkan pondasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak agar hasilnya bisa maksimal. Saya pribadi merasakan betapa pentingnya kesabaran dan perencanaan yang matang. Menabung sejak awal dan tetap terus berharap kepada Allah memberikan semangat tersendiri, terutama ketika biaya terasa tidak cukup. Rumah yang awalnya hanya impian sederhana, akhirnya bisa berdiri kokoh berkat kerja keras bersama keluarga dan rasa syukur. Filosofi ini juga mengingatkan saya bahwa meski sederhana, hal-hal kecil seperti menjaga rumah agar tetap nyaman dan aman, serta mengutamakan kebahagiaan orang tua, adalah hal yang paling berharga. Semangat membangun rumah ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga simbol kasih sayang dan tanggung jawab anak kepada orang tua. Saya berharap pengalaman ini bisa menginspirasi siapa saja yang sedang berjuang mewujudkan impian sederhana sekalipun. Konsistensi, doa, dan kerja keras akan membawa hasil, sebagaimana pengalaman saya menempati rumah baru untuk orang tua setelah tahun-tahun penuh perjuangan. Semoga kisah ini juga membuka wawasan tentang filosofi satu tungku tiga batu yang sering kita dengar, dan bagaimana filosofi tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai keberhasilan.