Overthinking atau Kurang Tawakkal?
Kita sering menyebutnya overthinking.
Terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk.
Terlalu sibuk dengan “bagaimana kalau gagal?”
Terlalu takut pada sesuatu yang bahkan belum terjadi.
Padahal, bisa jadi yang kurang bukan usaha kita.
Bukan juga rencana kita.
Tapi tawakkal kita.
Dalam Islam, tawakkal bukan berarti diam tanpa ikhtiar.
Bukan juga pasrah tanpa arah.
Tawakkal adalah maksimal dalam usaha, lalu tenang dalam menyerahkan hasil.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
“Apabila engkau telah bertekad, maka bertawakkallah kepada Allah.”
(Q.S. Āli ‘Imrān: 159)
Artinya, setelah keputusan dibuat dan usaha dilakukan, yang tersisa bukan kecemasan—
melainkan kepercayaan.
Overthinking lahir karena kita ingin mengontrol semua kemungkinan.
Tawakkal lahir ketika kita sadar bahwa tidak semua hal harus kita kendalikan.
Kita boleh merencanakan,
tapi Allah yang menentukan.
Kita boleh berusaha,
tapi Allah yang menenangkan.
Jadi, hari ini coba tanya ke diri sendiri:
Aku sedang berpikir untuk memperbaiki keadaan,
atau hanya sedang takut kehilangan kendali?
✨ Kurangi cemas yang berlebihan.
✨ Perbaiki ikhtiar.
✨ Perdalam tawakkal.
#RefleksiDiri #SelfReminder #Tawakkal #Overthinking #MomenBerharga




















