#AkuPernah ngalamin breakout yang cukup parah di akhir tahun 2022 dan makin parah di 2023. dimana waktu itu emang lagi masa ngerjain skripsi sih, paham lah ya stressnya gimana. 🤭 jadi mau gamau hormon aku harus bergelut dengan ke-stress-an itu, wkwkwk. selain itu, penyebab lainnya juga karena aku pernah pakai krim "etiket biru" selama dua tahunan, awalnya emang bersih, mulus, dan kinclong. tapi duarrr... tiba di tahun kedua mukaku breakout parah banget, jerawat gede-gede keluar semua bahkan sampe ke rahang dan leher. sekaligus aku juga ngalamin dermatitis di area mulut bahkan kelopak mata (pernah ada fotonya tapi filenya ilang). waduuu makin stress ga tuh? mana lagi skripsian kan, ada aja yg bikin down.
akhirnya aku mutusin buat konsultasi ke dokter Sp.KK secara online lewat #halodoc dan yaaa dokter merekomendasikan beberapa obat itu, yang aku sebut sebagai Emergency Kit, hehe. 🤭
⚠️untuk yang mau dapetin obatnya (yg pakai resep dokter) lebih baik konsultasi ke dokter dulu ya ges. soalnya kulit tiap orang kan beda-beda, pasti nantinya dosis dan cara pakainya pun berbeda-beda. jangan dipakai sembarangan, yaaaa. nanti takutnya malah hasilnya tidak sesuai yang diharapkan atau malah makin memburuk. 😣 semangat yaaa para acnefighters !!! kita pasti sembuh. ✨💐
... Baca selengkapnyaJerawat meradang memang sering bikin frustasi, apalagi kalau sudah sampai tahap yang memerlukan obat antibiotik dan perawatan medis. Dari pengalaman aku, penting banget buat konsultasi dokter dulu sebelum pakai obat-obatan topikal seperti Mediklin-TR, Dohixat, atau Vitacid, agar dosis dan cara pakainya sesuai dengan kondisi kulit.
Antibiotik untuk jerawat meradang umumnya bekerja dengan cara mengurangi bakteri penyebab jerawat dan peradangan, sekaligus membantu mempercepat regenerasi kulit. Contohnya, obat seperti Mediklin-TR mengandung kombinasi antibiotik dan retinoid yang efektif mengatasi jerawat besar dan meradang. Sementara itu, Vitacid membantu membersihkan pori serta memudarkan bekas jerawat.
Selain antibiotik topikal, vitamin zinc juga menjadi tambahan yang bermanfaat karena sifat antioksidannya yang membantu menenangkan jerawat merah, mengontrol produksi minyak, dan mempercepat penyembuhan kulit yang iritasi.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dokter bisa berbahaya dan malah memperparah kulit. Reaksi kulit tiap orang berbeda, jadi dosis dan kombinasi obat harus diperhatikan dengan cermat.
Jadi, buat yang sedang struggle sama jerawat parah, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter spesialis kulit dan ikuti saran perawatan dengan disiplin. Semangat ya, acne-fighter! Aku percaya kita bisa sembuh dan punya kulit sehat kembali.