HOW TO: lebih PINTAR BERBELANJA 💰💵✨
Walopun aku pribadi sangat sangat sangat payah kalo mengelola keuangan untuk rumah tangga, tapi kalo urusan cek ingredients produk yang akan dibeli untuk kebutuhan di rumah, aku jagonya ✨
apapun produk yang di beli, IRT cerdas harus inget:
✨THE TRUTH IS ON THE BACKSIDE✨
Di kemasan depan produk bisa ngomong apa aja, bisa klaim produknya sedemikian rupa, tapiiiiiii kenyataannya ada di belakang kemasan!!
❇️ APA AJA YANG PERLU DICEK?❇️
✅ Daftar bahan
Bagian ini mencantumkan semua bahan yang digunakan dalam produk. Biasanya, bahan-bahan tersebut diurutkan dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit kandungannya.
✅ Informasi Nilai Gizi
Label ini mencantumkan informasi tentang kandungan nutrisi produk, seperti jumlah kalori, lemak, protein, karbohidrat, dan lain-lain.
✅ Tanggal kadarluasa
✅ Logo halal (muslim only)
Perhatikan ini juga ya:
1. Pilih produk yang memiliki label yang jelas
dan lengkap.
2. Hindari membeli produk yang memiliki label
yang rusak atau tidak terbaca.
Lebih aware terhadap label pada kemasan suatu produk AKAN MAKE YOUR MONEY WORTH✨
amit-amit jangam sampe lagi beli barang yang overclaim baik itu barang konsumsi maupun non konsumsi.
Kalo bingung boleh tanya di komen yaaaws😘
#CeritaDiBalikUsia #FotoBikinKesel #HelloLemon8 #IRTKelolaUang #CheapButGood
Dulu tiap lihat tulisan “50 kkal” di kemasan, aku selalu mikir itu kalori untuk satu bungkus. Baru belakangan aku ngeh kalau kkal adalah satuan energi (kilokalori) dan angka yang tertulis itu biasanya untuk 1 takaran saji, bukan seluruh isi kemasan. Misalnya di kemasan keju slice yang aku foto. Di depan cuma kelihatan tulisan serbaguna slice, tapi di belakang kelihatan jelas kalau dia “keju cheddar olahan”. Terus di bagian informasi nilai gizi tertulis energi total 50 kkal. Nah, 50 kkal adalah jumlah kalori untuk 1 slice (1 takaran saji), bukan untuk satu bungkus yang isinya beberapa slice. Jadi kalau kamu makan 3 slice, ya tinggal kalikan: 50 kkal x 3. Ini juga sering kejadian di minuman kotak atau snack. Di label tertulis 70 kkal per saji, tapi takaran saji = 100 ml, sementara isinya 250 ml. Artinya, 70 kkal adalah kalori untuk 100 ml. Kalau kamu habisin 1 kotak 250 ml, totalnya kira-kira 175 kkal. Makanya penting banget baca bagian “takaran saji” dan “jumlah saji per kemasan”. Biar makin kebayang, aku biasanya lakukan ini saat belanja: 1. Cek dulu takaran saji dan jumlah saji per kemasan. 2. Lihat angka energi total (kkal). Ingat, kkal adalah kalori per takaran saji. 3. Kalau kira-kira bakal habis sekali makan/minum, aku langsung hitung total kalorinya. Selain itu, di daftar komposisi juga suka kebongkar “keju-kejuan” dan “susuan”. Di keju slice tadi, bahan pertama justru air, baru kemudian keju cheddar. Artinya, air adalah bahan terbanyak, bukan kejunya. Di susu kental manis juga sering gitu: yang di-bold biasanya alergen seperti susu, tapi kalau dicek, gula sering kali muncul di urutan awal. Jadi jangan cuma terpaku di kata “susu” di depan kemasan. Untuk yang sering bingung soal diet atau lagi jaga makan, ngerti kkal adalah langkah pertama supaya nggak mudah kejebak klaim low fat, less sugar, atau sejenisnya. Aku pribadi sekarang kalau lihat produk yang overclaim di bagian depan, pasti langsung balik dan baca bagian belakang dulu: komposisi, kkal per saji, dan takaran sajinya. Intinya, kkal adalah angka yang bisa bantu kita lebih sadar sama apa yang kita makan. Nggak harus jadi super strict, tapi setidaknya kita tahu kurang lebih berapa banyak energi yang masuk. Kalau masih bingung baca label kkal di produk tertentu, boleh banget tanya di kolom komentar, nanti kita bedah bareng-bareng dari belakang kemasannya.







