lebih baik sya bodoh dri pada pintar nya tanggung, dan lbih baik sya bnyak diam dri pada bnyak bicara hanya mdal janji doang dan labaik sya sembunyi dari pada muncul cari muka dan lbih baik sya buta pngalaman dari pda buat rasa kasih sayang pda sesama umat tuhan ,,, bukan nya begitu ketua ku semangat tak pernah ingkar
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan pada pilihan antara tampil pintar atau bersikap rendah hati. Dari pengalaman saya, memilih untuk diam dan lebih banyak mendengarkan bisa membawa manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan banyak bicara tanpa tindakan nyata. Memang, terkadang kita lebih mudah terlihat jika kita aktif bicara, namun tanpa bukti dan komitmen, kata-kata tersebut bisa menjadi sia-sia. Selain itu, penting juga untuk menghindari sikap yang hanya mencari perhatian atau muka, karena hal itu justru bisa mengurangi kepercayaan orang lain kepada kita. Saya pernah mengalami sendiri situasi di mana lebih baik menyembunyikan diri sejenak daripada berdampak negatif pada citra dan hubungan sosial. Kejujuran dalam berbuat dan kesederhanaan dalam bersikap adalah kunci agar kita bisa diterima dan dihargai di lingkungan sekitar. Kasih sayang kepada sesama, terutama dalam konteks kebaikan menurut nilai-nilai Tuhan, adalah landasan penting yang sering kali terabaikan. Pengalaman saya mengajarkan bahwa meskipun kita punya keterbatasan dan kekurangan, semangat untuk tidak mengingkari janji dan berbuat baik tanpa pamrih bisa memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan kita dan orang lain di sekitar. Dengan selalu mengedepankan nilai-nilai tersebut, kita bukan hanya memperkaya diri secara spiritual tapi juga menjadi sosok yang dapat diandalkan dan dicontoh. Jadi, jangan takut untuk rendah hati dan menjaga kejujuran, karena itulah yang membuat kita kuat dan bermakna.
