... Baca selengkapnyaAku pertama kali tertarik sama wireless mouse Jqvitek gara-gara sering lihat orang pakai buat "proses edit video". Pas lihat bentuknya yang simpel, warna hitam doff, dan ada receiver USB kecil, aku pikir ini lumayan banget buat setup kerja yang rapi dan nggak banyak kabel.
Dari pengalaman aku, mouse nirkabel ini kerasa cukup ringan, jadi enak dipakai lama-lama. Buat editing video di laptop, gerak kursor terasa lebih presisi dibanding pakai touchpad. Potong klip, geser timeline, sampai atur keyframe jadi lebih cepat. Menurutku, buat kamu yang sering kerja di software editing, keberadaan wireless mouse itu ngaruh banget ke produktivitas.
Soal koneksi, receiver USB-nya tinggal colok ke laptop atau PC dan langsung kebaca, nggak perlu instal driver ribet. Selama pemakaian, jarak 1–2 meter dari perangkat masih aman, nggak ada delay yang mengganggu. Ini penting banget kalau kamu suka kerja di meja agak lega atau sambil sambung ke monitor eksternal.
Untuk baterai, versi yang aku pakai pakai baterai AA biasa. Dalam pemakaian harian (kerja, browsing, dan sedikit edit video), bisa tahan beberapa minggu. Tips dari aku, matikan mouse kalau lagi nggak dipakai supaya baterai lebih awet. Kalau kamu sering mobile, mending siapin baterai cadangan di tas.
Dari sisi ergonomi, bentuk wireless mouse Jqvitek ini lebih ke model standar, nggak terlalu melengkung tinggi. Buat tangan ukuran sedang menurutku masih nyaman, cuma kalau kamu terbiasa dengan mouse ergonomis yang besar mungkin butuh adaptasi. Untuk tangan kecil, justru kerasa pas dan gampang digenggam.
Kalau dipakai di permukaan abu-abu bertekstur seperti di gambar, sensornya masih bisa baca dengan baik. Tapi tetap, mousepad tipis bakal bantu gerakan jadi lebih halus dan melindungi alas mouse supaya nggak cepat lecet. Buat yang suka edit di kafe atau ruang kerja bersama, mouse nirkabel ini juga nggak makan tempat dan gampang dibawa.
Kekurangannya, karena masih pakai receiver USB, kamu butuh satu port kosong di laptop. Kalau pakai laptop yang port-nya minim, mungkin perlu adaptor tambahan. Selain itu, kalau receiver hilang, agak repot karena nggak semua unit bisa beli receiver pengganti terpisah.
Kalau kamu lagi cari keyword seperti "jqvitek mouse" karena pengin tahu layak dibeli atau nggak, menurutku ini cocok buat:
- Mahasiswa yang sering kerjain tugas dan presentasi
- Konten kreator pemula yang belajar proses edit video
- Karyawan kantoran yang butuh setup kerja rapi tanpa kabel
Intinya, wireless mouse Jqvitek ini bukan yang paling canggih di dunia, tapi untuk kebutuhan harian dan edit video ringan sampai menengah, sudah sangat membantu. Saran aku, sebelum beli, cek dulu ukuran tangan dan kebiasaan kerja kamu, supaya makin cocok sama gaya penggunaan sehari-hari.