... Baca selengkapnyaBuat yang lagi cari penginapan murah di Bandung kayak Dormus Co-Living atau sempat kepo juga sama Daun Residence Bandung, aku share sedikit pengalaman dan tips biar kalian bisa milih mana yang paling cocok.
Di Dormus Co-Living, vibe-nya itu lebih ke industrial-minimalis. Fasad biru-putihnya kelihatan modern dari luar, apalagi pas malam hari, lampunya bikin bangunan kelihatan makin aesthetic. Begitu masuk, area lobby dan koridornya punya banyak elemen kayu dan pipa terbuka di langit-langit, jadi berasa kek staycation di co-working space yang kekinian gitu.
Kamarnya sendiri menurutku pas buat 1–2 orang. Kasurnya abu-abu dengan dua bantal, ada meja samping, kursi biru, dan dinding bata yang cakep banget buat foto OOTD. Lampu dinding kanan kiri tempat tidur bikin suasana hangat, apalagi kalau malam sambil nyalain lampu temaram, cozy banget. Pencahayaan natural di kamar juga oke, jadi buat yang suka foto-foto atau kerja pakai laptop nggak bikin mata capek.
Kamar mandinya juga lumayan bersih, dinding biru dan ubin putih, ada area shower terpisah sama toilet, plus wastafel dengan cermin besar. Air panasnya berfungsi dengan baik, jadi aman kalau kalian tipe yang nggak bisa mandi air dingin. Buat aku ini poin plus, soalnya banyak penginapan murah yang air panasnya suka ngadat.
Salah satu hal yang aku suka dari Dormus Co-Living adalah fasilitas bersama. Di tiap lantai ada dispenser, jadi nggak perlu beli air minum terus-terusan. Ada juga area semi kafe dengan sofa dan meja kayu yang enak buat nongkrong atau kerja sebentar. Kalau bosan, mereka punya ruangan billiard berkonsep industrial dengan beberapa meja biru, walaupun berbayar tapi lumayan lah buat hiburan malam.
Lokasinya juga strategis, dekat area Sukajadi–Setiabudi yang banyak restoran, cafe, dan supermarket. Kalau bawa kendaraan pribadi, parkirnya tersedia di depan bangunan. Ini penting buat kalian yang road trip ke Bandung. Kalau dibandingin sama opsi lain seperti Daun Residence Bandung yang juga terkenal sebagai penginapan budget, Dormus Co-Living menurutku unggul di bagian desain dan spot foto, sementara penginapan lain mungkin lebih fokus ke fasilitas standar tanpa banyak sentuhan aesthetic.
Kekurangannya, memang fasilitasnya belum selengkap hotel besar: nggak ada sarapan, belum ada gym atau kolam renang. Tapi kalau ekspektasinya dari awal memang cuma butuh tempat tidur nyaman, kamar mandi bersih, Wi-Fi lancar, dan suasana yang enak buat staycation, harga 300 ribuan per malam menurutku masih sangat worth it.
Tips dari aku: pesan via aplikasi seperti Tiket.com atau platform lain dan cek promo, karena kadang ada diskon yang bikin harga Dormus Co-Living makin miring. Jangan lupa juga cek review terbaru dari tamu lain supaya kalian bisa bandingin dengan pilihan penginapan budget lain di Bandung sebelum fix booking.