... Baca selengkapnyaPas mudik Lebaran kemarin, aku sempat eksplor kuliner Malang dan mampir ke salah satu tempat yang cukup legend: restoran Malabar, yang terkenal dengan ayam gorengnya. Kebetulan aku dapat meja nomor 33, dan di atas meja ada info cabang-cabang mereka di Malang, termasuk cabang Klojen. Lumayan membantu, jadi kalau suka sama makanannya, kita bisa tahu cabang terdekat lain yang bisa didatangi.
Ayam goreng Malabar ini menurutku cocok buat yang suka ayam dengan bumbu meresap dan kulit agak crispy. Begitu disajikan, aromanya langsung kuat, apalagi kalau masih panas. Dagingnya empuk, nggak alot, dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Yang menarik, porsi ayamnya pas, nggak pelit, jadi cocok dimakan bareng keluarga pas momen mudik Lebaran. Biasanya aku tambahin sambal biar makin nendang, dan di sini sambalnya cenderung pedas tapi masih aman buat yang nggak terlalu tahan pedas.
Beberapa orang suka membandingkan ayam goreng Malabar Malang dengan cabang atau tempat lain, misalnya yang pernah makan di Surabaya. Pengalamanku, yang di Malang ini punya vibe lebih homey, mungkin karena suasananya lebih santai dan banyak keluarga yang makan bareng. Kalau kamu kebetulan dari luar kota dan sering makan ayam goreng Malabar di tempat lain, seru juga buat cobain versi Malang biar bisa ngerasain perbedaannya.
Selain ayam goreng Malabar, aku juga sempat mampir ke Lalapan Mbok Jayus di Jl. Candi Sewu. Di meja, lengkap banget: ayam goreng, tempe, nasi, dan sambal khas lalapan. Buat pencinta lalapan, Mbok Jayus ini bisa jadi pilihan kuliner Malang yang wajib masuk list. Ayamnya digoreng kering tapi masih juicy, tempenya renyah, dan sambalnya super nagih. Menurutku, sambal mereka agak lebih pedas dibanding sambal di Malabar, jadi cocok banget buat yang suka rasa kuat.
Kalau kamu lagi mudik lewat Malang atau sengaja kulineran, kombinasi makan ayam goreng Malabar lalu lanjut lalapan Mbok Jayus bisa jadi satu hari penuh eksplor ayam goreng dan lalapan. Tipsku, datang agak lebih awal terutama saat Lebaran atau weekend, karena dua tempat ini bisa ramai banget. Siapkan juga metode pembayaran tunai dan non-tunai, karena beberapa cabang sudah menerima pembayaran digital, tapi ada juga yang masih dominan cash.
Buat yang penasaran dengan menu lain seperti gyoza Malang, aku pribadi suka menjadikan gyoza sebagai selingan kalau lagi bosan makanan berat. Beberapa tempat makan di Malang menawarkan gyoza sebagai side dish, jadi setelah kenyang ayam goreng dan lalapan, bisa lanjut ngemil gyoza sambil nongkrong. Cara paling enak menurutku, pesan gyoza buat sharing bertiga atau berempat, jadi semua bisa nyicip tanpa terlalu kenyang.
Overall, kuliner Malang pas mudik Lebaran menurutku cukup lengkap: dari ayam goreng Malabar yang terasa klasik, lalapan Mbok Jayus yang sederhana tapi nagih, sampai pilihan modern seperti gyoza yang makin banyak bermunculan di kafe-kafe Malang. Kalau kamu punya waktu beberapa hari di Malang, coba susun itinerary kuliner: hari pertama fokus ayam dan lalapan, hari berikutnya cari camilan seperti gyoza dan jajanan kaki lima. Dengan begitu, pengalaman kuliner kamu di Malang bakal lebih berkesan dan nggak monoton.