Ini Perjalanan ku mudik 🚗💭 waktu itu pas di jalan, aku sempat lihat iring-iringan jenazah lewat.
Refleks kepikiran hal yang sering dilakukan orang-orang: buang koin biar gak sial.
Jujur agak kepikiran juga… takut kenapa-kenapa di perjalanan.
Tapi di situ aku mulai ragu, ini bener gak sih? Jangan-jangan malah nanti Jadi kesalahan terbesar aku…
Akhirnya aku pilih nggak ikut buang koin. Aku ingat kalau itu gak ada ajarannya, bahkan bisa masuk ke......
Jadi aku ganti dengan yang lebih pasti:
🤲 Doakan jenazah
🙏 Istighfar pelan-pelan
💭 Sekalian jadi pengingat diri
Ini hasil dari pilihan aku
Nggak nyangka…
Bukannya makin takut, aku malah lebih tenang. Perjalanan tetap lancar, tapi rasanya beda — lebih “lega” karena berserah, bukan karena buang sesuatu. Dan aku ngerasa gak rugi, malah lebih bermakna.
Menurut aku, ini hal yang perlu dihindari kalau cuma ikut-ikutan.
Apalagi kalau sampai bikin kita takut tanpa alasan jelas. Lebih baik pilih yang jelas ada tuntunannya dan bikin hati tenang.
... Baca selengkapnyaDalam pengalaman saya, seringkali kita terjebak dalam kebiasaan yang sebenarnya tidak memiliki dasar agama yang kuat, seperti membuang koin agar terhindar dari sial saat melihat iring-iringan jenazah. Saya pribadi pernah merasa takut saat melewati iring-iringan jenazah, lalu terpikir untuk melakukan hal tersebut sebagai bentuk 'pengaman'. Tapi setelah menggali lebih dalam tentang ajaran yang sahih, saya menemukan bahwa kebiasaan itu termasuk dalam kategori tathayyur, yaitu mempercayai sesuatu bisa membawa sial atau keberuntungan tanpa bukti ilmiah dan agama yang benar.
Menurut hadits Nabi Muhammad SAW, tathayyur merupakan salah satu bentuk syirik kecil yang sebaiknya dihindari. Rasulullah menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang membawa sial kecuali atas izin Allah. Dengan memahami hal ini, saya mengganti kebiasaan buang koin dengan tindakan yang lebih bermakna dan menenangkan, yaitu mendoakan jenazah, beristighfar, dan menjadikan momen tersebut sebagai pengingat akan kematian kita sendiri.
Melakukan doa seperti "Allahummaghfirlahu warhamhu" untuk almarhum dan berzikir istighfar memberi ketenangan hati yang jauh berbeda dibanding hanya membuang koin tanpa makna. Ini juga memperkuat rasa ikhlas dan berserah pada ketentuan Allah, bukan pada barang atau simbol keberuntungan.
Selain itu, momen melihat jenazah bisa menjadi waktu introspeksi, mengingat bahwa hidup di dunia hanya sementara dan kita pun akan mengalami hal serupa suatu saat nanti. Saya merasakan perjalanan yang lebih lancar dan hati yang lebih ringan ketika berdoa dan beristighfar daripada sekadar mengikuti kebiasaan tanpa dasar.
Saya menyarankan untuk menghindari ikut-ikutan buang koin jika tidak yakin dengan ajarannya. Pilihlah cara yang jelas tuntunan dan bisa menenangkan qalbu, sehingga rasa takut tidak berdasar bisa hilang dan menggantinya dengan kekuatan spiritual yang benar. Ini tentu lebih bermanfaat untuk keselamatan jiwa dan mental kita.
Kak liat covernya aku jadi takut 😂 mana bacanya pas jam 23:54 di sini.. btw makasi remindernya kaakk..