23:59

Capek bgt ya udah diusahakan tapi tetap kita bukan pilihannya 🙂

#reviewnovel

2025/9/14 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBuat yang masih bingung, novel 23:59 karya Brian Khrisna ini menceritakan tentang hubungan yang nggak pernah benar-benar selesai. Di cover-nya ada tulisan "23:59 Kau yang Tak Pernah Pulang dan Aku yang Selalu Menunggu" dan itu bener-bener ngegambarin isi ceritanya. Tentang seseorang yang terus menunggu, padahal orang yang ditunggu seakan nggak pernah benar-benar pulang, baik secara fisik maupun perasaan. Secara garis besar, sinopsis novel 23:59 ini ngikutin tokoh utama yang hidupnya penuh penantian. Dia sayang, dia udah ngusahain banyak hal, tapi tetap berakhir bukan jadi pilihan utama. Ada banyak momen refleksi diri, rasa capek, marah sama keadaan, tapi juga susah banget buat bener-bener pergi. 23:59 di sini kayak simbol batas waktu: detik-detik terakhir sebelum hari berganti, tapi kadang yang kita tunggu tetap nggak datang. Yang bikin kuat dari 23:59 itu bukan cuma ceritanya, tapi juga cara Brian Khrisna nulis. Banyak kutipan yang menusuk, apalagi kalau kamu pernah ngerasain hubungan yang nggak jelas juntrungannya. Baca beberapa bab aja udah bikin mikir, "Oh, ternyata bukan cuma aku yang ngerasa gini." Rasa capek yang aku tulis di awal, "capek banget ya udah diusahakan tapi tetap kita bukan pilihannya", itu kerasa banget sepanjang cerita. Kalau kamu cari sinopsis novel 23:59 sebelum memutuskan buat baca, kurang lebih kamu bakal nemuin kisah tentang: - Perasaan menunggu yang nggak ada habisnya - Orang yang nggak pernah benar-benar pulang - Hubungan abu-abu yang nggak kunjung jelas - Proses berdamai sama diri sendiri setelah terus-terusan jadi pilihan cadangan Pengalaman pribadiku waktu baca 23:59, rasanya kayak bercermin. Ada bagian-bagian yang bikin aku berhenti sebentar, narik napas, terus mikir, "Kayaknya aku juga harus berhenti nunggu." Jadi, novel ini bukan cuma soal cinta dan penantian, tapi juga soal keberanian buat memilih diri sendiri. Buat kamu yang lagi cari bacaan galau tapi tetap ada pesan untuk menyembuhkan diri, 23:59 ini bisa jadi pilihan. Jangan kaget kalau setelah baca, kamu jadi lebih berani nanya ke diri sendiri: masih mau terus menunggu, atau sudah waktunya pulang ke diri sendiri?