Duh mau nulis day 3 aja blm bisa konsisten... Dan terlewat beberapa hari. Tapiii kali ini aku mau berbagi "tips" buat lemoners yang mau mewarnai batik tulis.
Jadi dari pengalaman yang pernah aku lakukan, saat kita mau memasuki tahap pewarnaan, pastikan kain sudah di batik ya lemoners 🍋🍋
Tips
1. Saat mencanting, usahakan suhu kompor tetap stabil, agar malam/ lilin batik tidak gampang membeku saat digunakan untuk mencanting.
2. Ambil sedikit malam/ lilin ke dalam canting. Tidak disarankan untuk mengambil penuh karena bisa tumpah saat canting digunakan.
3. Cek apakah hasil canting tembus ke balik kain atau tidak. Kalau hasil canting tidak tembus ke kain bagian belakang, maka harus mencanting ulang di balik kain bagian yang desainnya tidak tembus malam/ lilin saja.
4. Malam/ lilin yang tidak tembus ke bagian belakang kain akan menghasilkan warna yang meluber ke bagian lain.
Sekian tips dari aku, barangkali ada teman2 yang juga suka membatik bisa saling sharing ya...
... Baca selengkapnyaKalau kemarin aku lebih banyak bahas soal teknis cantingan dan malam, kali ini aku mau sharing lebih detail tentang proses mewarnai batik tulis dan pilih motif yang gampang digambar, khususnya buat pemula yang baru pertama kali coba hand drawn batik.
Biasanya sebelum mulai mewarnai, aku tentuin dulu motif utama. Kalau kamu masih pemula, jangan langsung pilih motif yang super rumit. Motif yang mudah digambar misalnya bentuk daun simpel, bunga dengan kelopak besar, atau burung dengan garis luar yang jelas. Motif seperti ini memudahkan kita saat mengatur warna, karena bidangnya cukup lebar dan nggak bikin bingung saat mengoleskan warna.
Untuk ornamen batik pojok, aku sering pakai motif sederhana seperti lengkung-lengkung kecil, titik-titik, atau garis geometris. Ornamen pojok ini penting supaya kain terlihat “penuh” tapi nggak terlalu ramai. Tipsnya, samakan warna ornamen pojok dengan salah satu warna utama di tengah motif, supaya hasil akhirnya tetap harmonis dan nggak tabrakan.
Saat pewarnaan, aku biasanya mulai dari warna yang paling muda dulu, baru ke warna yang lebih gelap. Misalnya, kalau mau bikin kain batik tulis berwarna terang dengan motif burung dan bunga, aku pakai kuning atau krem dulu sebagai dasar, lalu tambah warna oranye, merah, atau biru di bagian detail burung dan bunganya. Cara ini membantuku menghindari warna gelap yang “menutup” warna terang.
Hal penting lain: selalu cek lagi bagian yang malamnya sudah tembus ke balik kain. Dari pengalamanku, kalau ada bagian yang malamnya nggak tembus, warna cenderung meluber ke area lain dan bikin motif kurang rapi. Kalau ketemu bagian seperti ini, aku biasanya balik kain dan ulangi mencanting di area yang belum tertutup malam, baru lanjut proses mewarnai.
Untuk kamu yang masih ragu-ragu mulai, boleh banget latihan dulu di kain kecil. Coba gambar satu motif saja, misalnya burung atau bunga, lalu berikan ornamen di pojok kain. Dari situ kamu bisa eksplor kombinasi warna yang kamu suka. Lama-lama, tangan bakal makin terbiasa dan kamu jadi lebih berani bereksperimen dengan motif batik yang lebih rumit.
Kalau kamu punya tips lain soal batik yang mudah digambar atau punya referensi ornamen batik pojok favorit, share juga ya. Siapa tahu bisa jadi inspirasi motif baru buat kita yang lagi belajar dan jatuh cinta sama dunia batik tulis.