100ribu ditangan Gen Z-26th Habis Untuk Apa?
Ahad malam kemarin, aku dapat rezeki tak terduga dari 3 orang anak yang mengaji di tempatku.
Jujur, senang banget🤗 Karena aku memang lagi butuh buat bayar uang pendaftaran Tashih Metode Ummi—kegiatan yang mau aku ikuti tgl 24 Agustus nanti. Alhamdulillah, rezeki tak terduga datang dari Allah yang menggerakkan hati orang tua mereka untuk membayar ngaji🫶
Karena qodarullah, gajiku sebagai CS Online sudah habis setengahnya (gajinya dicicil🫢). Bantu doa ya, semoga keuangan tempatku bekerja semakin baik, supaya ownernya gaji tepat waktu dan gak dicicil lagi.
Jadi, kalau dapat 'amplop' dari anak yang ngaji tuh, rasanya bersyukur banget. Walaupun nominalnya gak seberapa, tapi bener-bener ngebantu (semoga Allah berkahi selalu kehidupan mereka).
Alhamdulillah, ahad malam itu, aku dapat rezeki tak terduga sebesar Rp. 200.000✨️
100‐ribunya, aku kasih ke Mama buat beli sayur.
Sementara sisanya, aku pakai buat 'treat yourself tipis-tipis' haha
100ribu aku pakai untuk ini👇
✅️ Bayar Pendaftaran Tashih Metode Ummi Offline (tgl 24 nanti) = 35.000
✅️ Beli buku 3 pcs = 18.000
✅️ Beli es kopi 2 =10.000
✅️ Beli sandal = 26.000
Sisa 11.000
Ma syaa Allah. Alhamdulillah.
📌Pelajaran yang bisa dipetik:
Keadaan yang pas-pasan itu, bikin aku makin sadar. Kalau aku tuh, selalu butuh pertolongan Allah kapan pun.
Butuh ini, butuh itu. Minta ke Allah dulu. Nanti Allah yang kasih jalan buat aku dapatin apa yang aku mau itu.
Kayak misalnya ini,
"Ya Allah, aku mau ikut tashih metode ummi tgl 24 nanti, tapi untuk biaya pendaftarannya belum ada"
"Ya Allah, aku butuh sandal"
"Ya Allah, aku butuh buku tulis. Soalnya isi binder&buku tulis udah pada habis"
Dan, benar. Allah kasih lewat jalan yang nggak aku duga. Allah gerakkan hati orang tua dari anak yang mengaji ditempatku, untuk bayar ngaji😭
Kamu pernah ngalamain hal yang sama kayak aku?Berbagi yuk💬
Dalam kehidupan sehari-hari, pengelolaan keuangan pribadi, terutama bagi generasi muda seperti Gen Z, memegang peranan penting dalam membangun kemandirian dan perencanaan masa depan. Artikel ini menggambarkan bagaimana seorang Gen Z dengan bijak membagi Rp100 ribu untuk berbagai kebutuhan penting, mulai dari membayar pendaftaran kegiatan pendidikan hingga membeli buku tulis dan kebutuhan pribadi lainnya. Penting untuk memahami konsep "treat yourself tipis-tipis" yang artinya memberikan apresiasi kecil kepada diri sendiri sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan pencapaian selama ini. Ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan mental dan motivasi. Selain itu, kegiatan Tashih Metode Ummi yang disebutkan dalam artikel adalah salah satu bentuk pembinaan ilmu agama yang sering diminati oleh kalangan muda, memberikan nilai spiritual dan mendukung pengembangan diri secara holistik. Mengalokasikan dana untuk pendidikan seperti ini juga mencerminkan prioritas yang sehat dan semangat belajar. Dalam mengatur keuangan Rp100 ribu, pembelian kebutuhan seperti buku tulis dan sandal menunjukkan bagaimana prioritas kebutuhan dasar tetap dipenuhi meskipun secara finansial sedang terbatas. Es kopi yang dibeli juga bisa dianggap sebagai bentuk refreshing yang penting agar aktivitas sehari-hari tidak monoton. Momen mendapatkan rezeki tak terduga, sekaligus pengalaman menerima amplop dari anak-anak yang mengaji, menunjukkan nilai syukur dan percaya pada pertolongan Allah. Hal ini selaras dengan budaya dan nilai-nilai spiritual yang kuat di masyarakat Indonesia. Untuk Gen Z dan pembaca lainnya, manajemen keuangan yang bijak, rasa syukur atas rezeki kecil, dan memprioritaskan kebutuhan penting adalah kunci untuk kelangsungan hidup yang seimbang secara material dan spiritual. Artikel ini juga mengajak pembaca untuk berbagi pengalaman serupa, membangun komunitas yang saling menguatkan dan menginspirasi.

bener bgt kk, smua pasti ada aja jalan rejeki lain yang gk disangka2🥰