Cara Gen Z 26Th, Tetap Waras Liat Gaji Segini😭
Harusnya, semakin bertambah tahun kita kerja, gaji makin naik nggak sih? Tapi, kok aku malah semakin nurun ya? Gimana komisi mau naik, sementara leads yang masuk aja gak ada sama sekali. Hanya follow up customer lama, untuk melakukan repeat order. Jujur sih, kayak capek banget. Apalagi, gaji pokokku pun dipotong. Iya aku tahu, ini sudah kesepakatan yang dibicarakan. Tapi, apa iya, mau kayak gini terus? Bukannya kalau omzet mau semakin baik dan naik, harus ada perubahan? Ini kok kayak 'nyaman banget' di posisi ini😭
Ya kalau dipikir-pikir, jadi capek sendiri. Akhirnya, aku putuskan buat nikmati apa yang ada di depan mata. Meski gaji sudah setahun belakang, makin berantakan. Aku mikirnya tuh, dari pada gak ada pemasukan sama sekali. Cari kerja juga susah di usia segini. Jadi ya, nikmati sementara yang ada😁
Ini tips ala aku biar tetap waras walau gaji pas-pasan:
🌼 1. Manfaatin waktu dan skill yang ada.
Selain sebagai CS sistem remote ini, aku juga ngajar ngaji anak-anak disekitar rumah, bada maghrib. Selain jadi pemasukan tambahan yang sering datang tak terduga, aku juga berharap, ini jadi ladang pahala. Hitung-hitung persiapan jadi ibu🫢 Rasanya juga senang banget, kalau liat anak-anak udah pada bisa baca iqra, juz amma dan Al Quran.
💫 2. Belanja cuma kalau benar-benar butuh.
Godaan 'checkout sekarang' itu nyata. Tapi aku belajar buat tahan diri. Sebelum checkout, nanya ke diri sendiri, 'ini mau atau butuh?'
🍋 3. Join Komunitas Sesuai Passion.
Aku punya komunitas menulis yang bekerja sama dengan penerbit buku. Jadi, hobi tersalurkan, dapat relasi pertemanan, juga peluang cuan dari komisi setiap event menulis yang dilakukan.
✨️ 4. Investasi leher ke atas.
Walau gaji pas-pasan, aku selalu menyisihkan uang buat belajar hal-hal baru. Kayak misalnya ikut kelas yang menambah skill, beli buku dan lain-lain
☀️ 5. Jalani, syukuri sambil cari jalan keluar.
Lebih baik mikirin solusi sambil jalan. Dari pada resign kerjaan dari yang sekarang, apalagi belum dapat kerjaan yang lebih baik + diumur segini tuh nyari kerjaan susah gak sih? Apalagi usia jadi persyaratan kerja🫢
Jadi, aku pilih buat jalani apa yang ada di depan mata. Lalu syukuri, karena masih Allah titipi pekerjaan dan coba cari jalan keluar pelan-pelan🫶
Kamu mau menambahkan tips lain? 💬
Fenomena gaji stagnan atau menurun di kalangan pekerja Gen Z usia pertengahan 20-an seringkali menimbulkan tekanan mental dan kelelahan. Faktor ekonomi yang berfluktuasi, sistem kompensasi yang belum optimal, serta terbatasnya peluang kenaikan gaji menyebabkan banyak generasi ini harus kreatif dalam mengelola kondisi finansial mereka. Memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dan menciptakan sumber pendapatan tambahan adalah langkah penting. Seperti dalam kasus seorang customer service yang juga mengajar ngaji anak-anak sekitar rumah sebagai pemasukan tambahan sekaligus aktivitas bermakna yang memberikan kepuasan batin. Aktivitas ini juga dapat memperluas jaringan sosial dan meningkatkan rasa puas dalam hidup. Selain itu, penting untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang bijak, misalnya membeli barang hanya yang benar-benar dibutuhkan guna menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Cara sederhana ini membantu menjaga stabilitas keuangan pribadi meskipun penghasilan tidak meningkat. Komunitas yang sesuai dengan passion dapat menjadi sarana untuk menyalurkan hobi dan juga membuka peluang pendapatan melalui kegiatan seperti menulis atau event kreatif. Hal ini memberikan nilai tambah sekaligus memperkaya pengalaman serta jaringan relasi yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan karir atau usaha. Investasi pada pengembangan diri, khususnya "investasi leher ke atas", seperti mengikuti kelas keterampilan baru, membeli buku, dan pembelajaran lainnya, sangat penting di era kompetitif saat ini. Ini mempersiapkan kemampuan yang dapat membuka peluang kerja lebih baik dan pendapatan lebih tinggi di masa depan. Menghadapi kenyataan sulit mencari pekerjaan baru di usia tertentu juga menjadi alasan untuk tetap sabar dan bersyukur atas pekerjaan yang dimiliki sambil mencari solusi secara bertahap. Sikap realistis namun proaktif ini membantu menjaga kesehatan mental dan memberi ruang berpikir untuk langkah strategis dalam mengatur karir dan keuangan. Selain cara-cara ini, penting juga menjaga komunikasi terbuka dengan atasan atau manajemen terkait harapan karir dan evaluasi kinerja untuk membuka peluang peningkatan gaji atau bonus. Pendekatan ini dapat membantu menciptakan perubahan positif pada kondisi pekerjaan dan remunerasi. Dengan memadukan pendekatan finansial, pengembangan diri, dan mental yang kuat, Gen Z usia 26 tahun dapat tetap waras, produktif, dan optimis menghadapi tantangan gaji yang tidak ideal.
